28 Safar 1444 H / Minggu, 25 September 2022
Wajah
wajah
politikus
politik
pasar
hukum
nusatara
otomotif
Rupiah Melemah ke Rp14.997 per Dolar AS 
pasar | Rabu, 21 September 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : ldy/sfr
Ilustrasi: Nilai tukar rupiah melemah 0,09 persen ke Rp14.997 per dolar AS pada Rabu (21/9) sore.(int)

JAKARTA -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.997 per dolar AS pada Rabu (21/9-2022) sore. Mata uang Garuda melemah 13 poin atau 0,09 persen dari perdagangan sebelumnya.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.011 per dolar AS

Mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona merah. Yen Jepang melemah 0,03 persen, baht Thailand melemah 0,36 persen, peso Filipina melemah 0,88 persen, won Korea Selatan melemah 0,41 persen, dan yuan China melemah 0,46 persen

Dolar Singapura juga melemah 0,27 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang kompak berada di zona merah. Tercatat euro Eropa melemah 0,68 persen, poundsterling Inggris melemah 0,33 persen, dan franc Swiss melemah 0,09 persen.

Lalu, dolar Australia melemah 0,28 persen, dan dolar Kanada melemah 0,06 persen.

Senior Analis DCFX Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih disebabkan oleh sentimen jelang pertemuan FOMC yang akan digelar The Fed hari ini atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

"Rupiah mendekati level psikologis Rp15 ribu menjelang pertemuan FOMC, karena pelaku pasar cenderung wait and see," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Namun, sambung Lukman, penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang di dunia bisa berbalik arah apabila The Fed tidak menaikkan suku bunga setinggi prediksi pasar. Kondisi ini akan balik menguntungkan Indonesia dan negara lainnya.

"Saya melihat dolar AS berpotensi besar untuk terkoreksi pasca FOMC apabila The Fed tidak menyampaikan statement yang lebih hawkish dan dengan hanya menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin," pungkasnya.


Sumber: CNNindonesia.com

 


 



Artikel Terbaru
Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Bakal Mengguyur Riau
Hari Ini, Satu Warga Pekanbaru Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Capaian Vaksinasi II di Riau 70,92 %
PT Arara Abadi Kucurkan CSR Untuk masyarakat Konsesi Perusahaan
Membludak, Masyarakat Hadiri Launching Paket Umrah Sulthan Silversilk Group
×
Rupiah Melemah ke Rp14.997 per Dolar AS 
pasar | Rabu, 21 September 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : ldy/sfr
Ilustrasi: Nilai tukar rupiah melemah 0,09 persen ke Rp14.997 per dolar AS pada Rabu (21/9) sore.(int)

JAKARTA -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.997 per dolar AS pada Rabu (21/9-2022) sore. Mata uang Garuda melemah 13 poin atau 0,09 persen dari perdagangan sebelumnya.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.011 per dolar AS

Mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona merah. Yen Jepang melemah 0,03 persen, baht Thailand melemah 0,36 persen, peso Filipina melemah 0,88 persen, won Korea Selatan melemah 0,41 persen, dan yuan China melemah 0,46 persen

Dolar Singapura juga melemah 0,27 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang kompak berada di zona merah. Tercatat euro Eropa melemah 0,68 persen, poundsterling Inggris melemah 0,33 persen, dan franc Swiss melemah 0,09 persen.

Lalu, dolar Australia melemah 0,28 persen, dan dolar Kanada melemah 0,06 persen.

Senior Analis DCFX Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih disebabkan oleh sentimen jelang pertemuan FOMC yang akan digelar The Fed hari ini atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

"Rupiah mendekati level psikologis Rp15 ribu menjelang pertemuan FOMC, karena pelaku pasar cenderung wait and see," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Namun, sambung Lukman, penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang di dunia bisa berbalik arah apabila The Fed tidak menaikkan suku bunga setinggi prediksi pasar. Kondisi ini akan balik menguntungkan Indonesia dan negara lainnya.

"Saya melihat dolar AS berpotensi besar untuk terkoreksi pasca FOMC apabila The Fed tidak menyampaikan statement yang lebih hawkish dan dengan hanya menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin," pungkasnya.


Sumber: CNNindonesia.com

 


 

riau | Sabtu, 24 September 2022
Capaian Vaksinasi II di Riau 70,92 %
Inspiratif
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Cara Atasi Ketiak Bau, walau Sudah Pakai Deodoran
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Ini Makanan Enak, tapi Berpotensi Sebabkan Usus Buntu

Wajah
wajah | Kamis, 18 Agustus 2022
Faisal Abdul Naser: Jangan Berbohong
wajah | Rabu, 12 Januari 2022
Pernah Depresi dan Berniat Bunuh Diri
Wanita
wanita | Jumat, 5 Agustus 2022
Istiqomah Bersama dan Bermanfaat buat Umat
wanita | Sabtu, 18 Juni 2022
Penyebab Bibir Merah Warnanya
wanita | Minggu, 24 April 2022
Tampil Cantik di Hari Idul Fitri
Berita Unggulan
pekanbaru | Senin, 19 September 2022
Pra UKW SPS-PWI Riau Disambut Antusias Peserta
Berita Pilihan
pelalawan | Selasa, 20 September 2022
BKPSDM Pelalawan Data Ulang Seluruh Tenaga Honorer