'
6 Jumadil Awwal 1444 H / Rabu, 30 November 2022
Wajah
wajah
politikus
politik
pasar
hukum
nusatara
otomotif
Demi Klaim Asuransi, Pasutri di Riau Tega Bakar ODGJ
hukum | Rabu, 2 November 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL
Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko bersama kedua tersangka. (ft: ist)

BENGKALIS-- Tim Opsnal Polres Bengkalis dan Polsek Pinggir tak butuh waktu lama mengungkap kasus tewasnya korban di dalam mobil Pickup Jalan Arifin K RT 06 RW 01 Dusun 1 Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis pada, Kamis (27/10/2022) dini hari. 

Ternyata kejadian sadis itu dilakukan oleh Hendra (49) bersama istrinya Susiani (34) demi.mendapatkan polis asuransi atas nama Hendra dengan mengorbankan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dibawanya dari daerah Jalan Hang Tuah Duri.

Pengungkapan kasus itu disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko didampingi Kasatreskrim AKP M Reza  dan Kapolsek Pinggir, AKP Ade Zeldi saat menggelar Press Rilis di Aula Mapolres Bengkalis, Selasa (1/11/2022) sore.

"Ya, motof pembunuhan ODGJ dengan cara dibakar dalam mobil tersebut adalah untuk mendapatkan Asuransi Jiwa (Prudential), dan tersangka mengakui bahwa mayat yang dibakar dalam Mobil Pick Up dengan Nomor Polisi BM 8418 DM adalah  ODGJ yang didapay di Jalan Hang Tuah, Duri," ujar  Kapolres.

Kedua tersangka suami-istri, Hendra (49) yang bekerja  wiraswastaa dan peran pelaku sebagai orang yang melakukan pembunuhan berencana dan tersangka Susiani (34) istrinya,  perannya sebagai orang yang melakukan dan yang turut serta melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan.jahat tersebut.

Dikatakan Kapolres, dari kedua tersangka polisi mengamankan barang bukti  1 buah kayu broti, 1 unit mobil Pick Up merk Suzuki Carry dengan Nomor Polisi BM 8418 DM, 1 Unit mobil minibus merk Wulling dengan Nomor Polisi BM 1323 EV. 1 unit Handphone Merk Vivo Y12 warna biru. 1 unit Handphone Merk Nokia senter warna hitam. 

Tiga helai celana dalam merk Jackman. 1 helai baju kaos warna biru merk Primer. 1 buah charger Handphone merk Lava. 1 buah topi warna biru. 1 buah tas jining selempang barang warna Hitam, 1 helai celana panjang warna coklat. 1 helai baju kemeja lengan pendek warna biru motif kotak-kotak. 1 pasang sendal warna hitam. 1 bundel map yang berisikan dokumen tersangka Hendra.

Polisi juga mengamankan satu lembar Akte Kelahiran Asli, 1 lembar STTB SD,  1 (satu) Lembar STTB SMP, 1 Lembar STTB SMA, 6 Lembar Polis Asuransi Prudential semuanya atas nama Hendra, yang terbungkus dalam Map warna merah. 6 lembar Polis Asuransi Prudential An. Susiani yang terbungkus dalam Map warna merah. 1 unit Handphone merk VIVO Y91C warna hitam.. 

Sedangkan modus operandinya kata Kapolres, tersangka membujuk korban dengan memberikan makanan dan menawarkan pekerjaan. Kemudian setelah dibujuk lalu korban dibawa ke suatu tempat lain (sunyi) dengan menggunakan mobil Wuling Confero S warna putih dengan Nomor Polisi BM 1323 EV.

"Lalu korban dihabisi di tepi jalan pada malam hari dalam keadaan gelap dan dipukul dengan menggunakan kayu broti ukuran±50 Cm ke bagian kepala dan dada korban sebanyak 6 kali sehingga tak bernyawa lagi," ujatnya.

Setelah tak bernyawa jasad korban ada di bawa lagi ketempat lain (TKP ke-2) untuk dibakar bersamaan dengan mobil merk Suzuki Carry warna hitam milik pelaku dengan Nomor Polisi BM8418 DM. Di mana sebelumnya jasad korban ada dipindahkan dari mobil Wuling Confero Swarna putih dengan Nomor Polisi BM 1323 EV

Sedangkan kronologis kejadian jelas Kapolres,  pada Kamis (27/10/2022) telah terjadi kebakaran 1 unit mobil Pick Up dengan Nomor Polisi BM 8418 DM yang di dalamnya ditemukan tubuh manusia dalam keadaan hangus terbakar di Jalan Arifin K RT 006 RW 001 KM58 Desa Tasik Serai Timur Kecmatan Talang Muandau, Bengkalis, 

Selanjutnya dilakukan penyelidikan mayat tersebut merupakan saudara Hendra, warga Desa Tasik Serai Timur.  Tim Opsnal merasa curiga kepada keluarga Hendra, karena menolak untuk dilakukan otopsi, selanjutnya pada Sabtu (29/10/2022) sekitar pukul10.00 WIB, tim melakukan penyelidikan dengan mengecek riwayat panggilan pada HP korban aktif dengan nomor lain yang keberadaanya di Jalan Rajawali Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.

Menurut Kapolres, setelah mendapatkan analisa dan informasi tersebut sekitar pukul 11.00 WIB Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Bengkalis dan Polsek Pinggir berangkat menuju lokasi, kemudian sekira pukul 21.00 WIB Tim berhasil mengamankan 1 orang yang diduga menggunakan HP milik korban yang hilang yang memang sebenarnya adalah atas nama Hendra (49) sendiri.

Selanjutnya dilakukan interogasi dan terlapor mengakui perbuatannya merekayasa kejadian pembakaran mobil tersebut untuk mendapatkan Asuransi Jiwa (Prudential), dan tersangka mengakui bahwa mayat yang dibakar dalam Mobil Pick Up dengan Nomor Polisi BM 8418 DM adalah  Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dibawanya dari daerah Jalan Hang Tuah Duri.

"Atas pengakuan tersangka Hendra, Tim Opsnal Polsek Pinggir mengamankan dan membawanya ke Polsek Pinggir guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kemudian tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang pelaku dan selanjutnya melakukan penangkapan untuk diproses hukum lebih lanjut," ujarnya.

Terhadap perbuatan itu kata Kapolres, tersangka dikenakan pasal 340 Jo 338 Jo 55 ayat (1) KUHPidana.1. Pasal 340“Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan berencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.  Pasal 338 barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana paling lama 15 tahun.  Pasal 55 ayat (1) dipidana sebagai pelaku tindak pidana.

Indra mengatakan, selain menangkap Hendra, polisi juga menangkap Susiani. Dia dinilai bersalah karena tahu pembunuhan itu tapi tidak melapor ke polisi. Susiani justru menyebut suaminya yang tewas di dalam mobil itu.

"Kedua pelaku berkomplot dan sengaja melakukan pembunuhan demi mendapatkan klaim asuransi Prudential," ungkap Indra. ***



Artikel Terbaru

Ekspedisi Susur Sungai Kampar II Dimulai

Pemkab Persiapkan Upload Dokumen Laporan Kinerja Pj Bupati Triwulan II

Ketua TP PKK Kampar Deswita Kamsol Hadiri Rakornas PKK Tahun 2022

Waketum SMSI Buka Workshop Tehnik Menulis Feature Pariwisata

Pemkab Gelar Rapat Evaluasi Pembangunan Kampar

Bersempena Hari Guru, PGRI Gelar Temu Ramah
×
Demi Klaim Asuransi, Pasutri di Riau Tega Bakar ODGJ
hukum | Rabu, 2 November 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL
Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko bersama kedua tersangka. (ft: ist)

BENGKALIS-- Tim Opsnal Polres Bengkalis dan Polsek Pinggir tak butuh waktu lama mengungkap kasus tewasnya korban di dalam mobil Pickup Jalan Arifin K RT 06 RW 01 Dusun 1 Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis pada, Kamis (27/10/2022) dini hari. 

Ternyata kejadian sadis itu dilakukan oleh Hendra (49) bersama istrinya Susiani (34) demi.mendapatkan polis asuransi atas nama Hendra dengan mengorbankan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dibawanya dari daerah Jalan Hang Tuah Duri.

Pengungkapan kasus itu disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko didampingi Kasatreskrim AKP M Reza  dan Kapolsek Pinggir, AKP Ade Zeldi saat menggelar Press Rilis di Aula Mapolres Bengkalis, Selasa (1/11/2022) sore.

"Ya, motof pembunuhan ODGJ dengan cara dibakar dalam mobil tersebut adalah untuk mendapatkan Asuransi Jiwa (Prudential), dan tersangka mengakui bahwa mayat yang dibakar dalam Mobil Pick Up dengan Nomor Polisi BM 8418 DM adalah  ODGJ yang didapay di Jalan Hang Tuah, Duri," ujar  Kapolres.

Kedua tersangka suami-istri, Hendra (49) yang bekerja  wiraswastaa dan peran pelaku sebagai orang yang melakukan pembunuhan berencana dan tersangka Susiani (34) istrinya,  perannya sebagai orang yang melakukan dan yang turut serta melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan.jahat tersebut.

Dikatakan Kapolres, dari kedua tersangka polisi mengamankan barang bukti  1 buah kayu broti, 1 unit mobil Pick Up merk Suzuki Carry dengan Nomor Polisi BM 8418 DM, 1 Unit mobil minibus merk Wulling dengan Nomor Polisi BM 1323 EV. 1 unit Handphone Merk Vivo Y12 warna biru. 1 unit Handphone Merk Nokia senter warna hitam. 

Tiga helai celana dalam merk Jackman. 1 helai baju kaos warna biru merk Primer. 1 buah charger Handphone merk Lava. 1 buah topi warna biru. 1 buah tas jining selempang barang warna Hitam, 1 helai celana panjang warna coklat. 1 helai baju kemeja lengan pendek warna biru motif kotak-kotak. 1 pasang sendal warna hitam. 1 bundel map yang berisikan dokumen tersangka Hendra.

Polisi juga mengamankan satu lembar Akte Kelahiran Asli, 1 lembar STTB SD,  1 (satu) Lembar STTB SMP, 1 Lembar STTB SMA, 6 Lembar Polis Asuransi Prudential semuanya atas nama Hendra, yang terbungkus dalam Map warna merah. 6 lembar Polis Asuransi Prudential An. Susiani yang terbungkus dalam Map warna merah. 1 unit Handphone merk VIVO Y91C warna hitam.. 

Sedangkan modus operandinya kata Kapolres, tersangka membujuk korban dengan memberikan makanan dan menawarkan pekerjaan. Kemudian setelah dibujuk lalu korban dibawa ke suatu tempat lain (sunyi) dengan menggunakan mobil Wuling Confero S warna putih dengan Nomor Polisi BM 1323 EV.

"Lalu korban dihabisi di tepi jalan pada malam hari dalam keadaan gelap dan dipukul dengan menggunakan kayu broti ukuran±50 Cm ke bagian kepala dan dada korban sebanyak 6 kali sehingga tak bernyawa lagi," ujatnya.

Setelah tak bernyawa jasad korban ada di bawa lagi ketempat lain (TKP ke-2) untuk dibakar bersamaan dengan mobil merk Suzuki Carry warna hitam milik pelaku dengan Nomor Polisi BM8418 DM. Di mana sebelumnya jasad korban ada dipindahkan dari mobil Wuling Confero Swarna putih dengan Nomor Polisi BM 1323 EV

Sedangkan kronologis kejadian jelas Kapolres,  pada Kamis (27/10/2022) telah terjadi kebakaran 1 unit mobil Pick Up dengan Nomor Polisi BM 8418 DM yang di dalamnya ditemukan tubuh manusia dalam keadaan hangus terbakar di Jalan Arifin K RT 006 RW 001 KM58 Desa Tasik Serai Timur Kecmatan Talang Muandau, Bengkalis, 

Selanjutnya dilakukan penyelidikan mayat tersebut merupakan saudara Hendra, warga Desa Tasik Serai Timur.  Tim Opsnal merasa curiga kepada keluarga Hendra, karena menolak untuk dilakukan otopsi, selanjutnya pada Sabtu (29/10/2022) sekitar pukul10.00 WIB, tim melakukan penyelidikan dengan mengecek riwayat panggilan pada HP korban aktif dengan nomor lain yang keberadaanya di Jalan Rajawali Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.

Menurut Kapolres, setelah mendapatkan analisa dan informasi tersebut sekitar pukul 11.00 WIB Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Bengkalis dan Polsek Pinggir berangkat menuju lokasi, kemudian sekira pukul 21.00 WIB Tim berhasil mengamankan 1 orang yang diduga menggunakan HP milik korban yang hilang yang memang sebenarnya adalah atas nama Hendra (49) sendiri.

Selanjutnya dilakukan interogasi dan terlapor mengakui perbuatannya merekayasa kejadian pembakaran mobil tersebut untuk mendapatkan Asuransi Jiwa (Prudential), dan tersangka mengakui bahwa mayat yang dibakar dalam Mobil Pick Up dengan Nomor Polisi BM 8418 DM adalah  Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dibawanya dari daerah Jalan Hang Tuah Duri.

"Atas pengakuan tersangka Hendra, Tim Opsnal Polsek Pinggir mengamankan dan membawanya ke Polsek Pinggir guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kemudian tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang pelaku dan selanjutnya melakukan penangkapan untuk diproses hukum lebih lanjut," ujarnya.

Terhadap perbuatan itu kata Kapolres, tersangka dikenakan pasal 340 Jo 338 Jo 55 ayat (1) KUHPidana.1. Pasal 340“Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan berencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.  Pasal 338 barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana paling lama 15 tahun.  Pasal 55 ayat (1) dipidana sebagai pelaku tindak pidana.

Indra mengatakan, selain menangkap Hendra, polisi juga menangkap Susiani. Dia dinilai bersalah karena tahu pembunuhan itu tapi tidak melapor ke polisi. Susiani justru menyebut suaminya yang tewas di dalam mobil itu.

"Kedua pelaku berkomplot dan sengaja melakukan pembunuhan demi mendapatkan klaim asuransi Prudential," ungkap Indra. ***

kampar | Selasa, 29 November 2022
Ekspedisi Susur Sungai Kampar II Dimulai
kampar | Senin, 28 November 2022
Pemkab Gelar Rapat Evaluasi Pembangunan Kampar
kampar | Senin, 28 November 2022
Bersempena Hari Guru, PGRI Gelar Temu Ramah
kampar | Senin, 28 November 2022
PGRI Sukses Gelar Serangkaian Lomba Hari Guru
Inspiratif
inspiratif | Jumat, 4 November 2022
Anak Kecanduan Game Online? Ini Solusinya
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Cara Atasi Ketiak Bau, walau Sudah Pakai Deodoran
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Ini Makanan Enak, tapi Berpotensi Sebabkan Usus Buntu

Wajah
wajah | Senin, 7 November 2022
Ketika Ada Masalah, Mari Cari Solusi
wajah | Selasa, 18 Oktober 2022
Polri Pasti Bisa Seperti Emas 24 Karat
Wanita
wanita | Sabtu, 29 Oktober 2022
Skrining Kanker Payudara Bagi Wanita Itu Penting
wanita | Jumat, 5 Agustus 2022
Istiqomah Bersama dan Bermanfaat buat Umat
wanita | Sabtu, 18 Juni 2022
Penyebab Bibir Merah Warnanya
wanita | Minggu, 24 April 2022
Tampil Cantik di Hari Idul Fitri
Berita Unggulan
olahraga | Rabu, 23 November 2022
Tim PWI Riau Memimpin Cabor Catur Porwanas di Malang
Berita Pilihan


HOME


INDEX


POPULAR

×