|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Antarariau
Agung menilai menilai, PHR kurang profesional dalam menjalankan perusahaan eks PT Chevron itu. Hal ini terlihati dari berulangnya insiden di wilayah kerja perusahaan plat merah tersebut.
"Karena ini buruk bagi pekerja lokal, dengan keselamatan ini. Mungkin dalam waktu dekat kami akan bentuk Pansus agar ke depannya tak ada lagi kecelakaan kerja," kata dia.
Untuk diketahui, sejak dikelola PT PHR, Juli 2022 hingga Januari 2023, sudah tujuh nyawa pekerja meninggal dunia. Dari tujuh pekerja tewas itu, satu diantaranya merupakan pegawai PHR, sedanngkan enam lainnya merupakan pekerja mitra PHR. Dengan adanya tiga korban dalam kasus terbaru ini, total korban pekerja yang tewas di Blok Rokan sudah mencapai 10 orang.
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Indosat Memperkuat Kialitas dan Keamanan Jaringan du Kepulauan Riau
Tiga korban ini merupakan pekerja PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang merupakan rekanan PHR. Mereka ditemukan tewas di dalam kontainer limbah di CMTF Balam Selatan. (*)