'
7 Rajab 1444 H / Minggu, 29 Januari 2023
Wajah
wajah
politikus
politik
pasar
hukum
nusatara
otomotif
Sikap PBNU: Tugas Kiai Bukan Jadi Juru Kampanye
politik | Rabu, 18 Januari 2023
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : (rzr/wis
PBNU menegaskan peran kiai dan bu nyai tidak sebagai juru kampanye pemilu. Tugas mereka mengelola dan mendidik di pesantren. (int)

JAKARTA-- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ishfah Abidal Aziz meminta supaya partai politik tak menjadikan kiai dan bu nyai sebagai juru kampanye (jurkam) dalam momen Pemilu.

"Enggak ada tugas kiai jadi jurkam, itu enggak ada," kata Ishfah kepada seperti dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (18/1-2023).

Ishfah menjelaskan para kiai di lingkungan pesantren memiliki peran mengasuh dan mendidik para santri. Tujuannya, agar santri menjadi pribadi mandiri, cinta tanah air hingga memperdalam pengetahuan Islam.

Lebih dari itu, ia menilai kiai juga punya peran besar di tengah masyarakat. Mereka dapat menjadi teladan, mendamaikan ketika ada perselisihan hingga memberi pencerahan kepada umat.

"Jadi solusi terhadap problematika umat. Jadi, enggak ada peran dan tugas kiai sebagai jurkam. Itu malah mengerdilkan tugas dan tanggung jawab peran kiai itu," kata dia.

Ishfah lantas meminta kepada pihak yang menjadikan kiai menjadi jurkam parpol untuk berpikir jernih. Baginya, sudah semestinya peran kiai didudukkan pada hal yang proporsional.

"Bagaimana kemudian memerankan para tokoh, ulama, kiai dalam konteks kebangsaan itu pada porsi dan peran yang proporsional. Jangan hanya kepentingan politik," kata dia.

Forum Ijtima Ulama Nusantara yang digelar DPP PKB sebelumnya telah memberikan mandat penuh kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai pemimpin nasional periode 2024 dan mengambil keputusan strategis.

Forum ini juga merekomendasikan semua ulama, baik kiai dan bu nyai menjadi juru kampanye nasional untuk PKB dan Cak Imin pada Pemilu 2024.

"Ijtima Ulama Nusantara menjadikan semua ulama, baik para kiai dan bu nyai untuk menjadi juru kampanye nasional PKB dan Gus Muhaimin," bunyi salah satu rekomendasi Ijtima Ulama Nusantara yang digelar 13-14 Januari 2023 lalu di Hotel Milenium, Jakarta.


 



Artikel Terbaru

Pingpong Championship V 2023 PWI Riau, Meriahkan HPN dan HUT ke-77 PWI

Tunggu Pekan Depan, Subsidi Motor Listrik Rp7Juta Dirilis Pemerintah

Akhir 2023, Pelabuhan Penyeberangan Mengkapan Dapat Beroperasi

BMKG Prakiraan Sebagian Cuaca di Riau Cerah dan Berawan

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp14.977 per Dolar

Kemenag Klaim Biaya Haji Naik Demi Keadilan
×
Sikap PBNU: Tugas Kiai Bukan Jadi Juru Kampanye
politik | Rabu, 18 Januari 2023
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : (rzr/wis
PBNU menegaskan peran kiai dan bu nyai tidak sebagai juru kampanye pemilu. Tugas mereka mengelola dan mendidik di pesantren. (int)

JAKARTA-- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ishfah Abidal Aziz meminta supaya partai politik tak menjadikan kiai dan bu nyai sebagai juru kampanye (jurkam) dalam momen Pemilu.

"Enggak ada tugas kiai jadi jurkam, itu enggak ada," kata Ishfah kepada seperti dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (18/1-2023).

Ishfah menjelaskan para kiai di lingkungan pesantren memiliki peran mengasuh dan mendidik para santri. Tujuannya, agar santri menjadi pribadi mandiri, cinta tanah air hingga memperdalam pengetahuan Islam.

Lebih dari itu, ia menilai kiai juga punya peran besar di tengah masyarakat. Mereka dapat menjadi teladan, mendamaikan ketika ada perselisihan hingga memberi pencerahan kepada umat.

"Jadi solusi terhadap problematika umat. Jadi, enggak ada peran dan tugas kiai sebagai jurkam. Itu malah mengerdilkan tugas dan tanggung jawab peran kiai itu," kata dia.

Ishfah lantas meminta kepada pihak yang menjadikan kiai menjadi jurkam parpol untuk berpikir jernih. Baginya, sudah semestinya peran kiai didudukkan pada hal yang proporsional.

"Bagaimana kemudian memerankan para tokoh, ulama, kiai dalam konteks kebangsaan itu pada porsi dan peran yang proporsional. Jangan hanya kepentingan politik," kata dia.

Forum Ijtima Ulama Nusantara yang digelar DPP PKB sebelumnya telah memberikan mandat penuh kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai pemimpin nasional periode 2024 dan mengambil keputusan strategis.

Forum ini juga merekomendasikan semua ulama, baik kiai dan bu nyai menjadi juru kampanye nasional untuk PKB dan Cak Imin pada Pemilu 2024.

"Ijtima Ulama Nusantara menjadikan semua ulama, baik para kiai dan bu nyai untuk menjadi juru kampanye nasional PKB dan Gus Muhaimin," bunyi salah satu rekomendasi Ijtima Ulama Nusantara yang digelar 13-14 Januari 2023 lalu di Hotel Milenium, Jakarta.


 

pasar | Jumat, 27 Januari 2023
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp14.977 per Dolar
nusantara | Kamis, 26 Januari 2023
Kemenag Klaim Biaya Haji Naik Demi Keadilan
Inspiratif
inspiratif | Sabtu, 7 Januari 2023
Nyeri Tubuh, Bisa Sinyal Gejala Kolesterol Tinggi
inspiratif | Jumat, 4 November 2022
Anak Kecanduan Game Online? Ini Solusinya

Wajah
wajah | Minggu, 25 Desember 2022
Sejarawan dan Tokoh Intelektual Muslim
wajah | Senin, 7 November 2022
Ketika Ada Masalah, Mari Cari Solusi
wajah | Selasa, 18 Oktober 2022
Polri Pasti Bisa Seperti Emas 24 Karat
Wanita
wanita | Kamis, 15 Desember 2022
Awas, Kolesterol Tinggi Bisa Membunuh Diam-diam
wanita | Sabtu, 29 Oktober 2022
Skrining Kanker Payudara Bagi Wanita Itu Penting
wanita | Jumat, 5 Agustus 2022
Istiqomah Bersama dan Bermanfaat buat Umat
wanita | Sabtu, 18 Juni 2022
Penyebab Bibir Merah Warnanya
Berita Unggulan
mancanegara | Selasa, 24 Januari 2023
Pemimpin Partai Sayap Kanan Denmark Lakukan Tindakan Keji
Berita Pilihan


HOME


INDEX


POPULAR

×