'
7 Rajab 1444 H / Minggu, 29 Januari 2023
Wajah
wajah
politikus
politik
pasar
hukum
nusatara
otomotif
Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok Binaan PHR-Unilak Raih Penghargaan Peduli Lingkungan
riau | Minggu, 22 Januari 2023
Editor : Deslina | Penulis : DL/rilis
Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al-Mubarok binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Universitas Lancang Kuning (Unilak) meraih prestasi membanggakan dalam ajang Satuan Pendidikan Peduli Lingkungan.

PEKANBARU – Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al-Mubarok binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Universitas Lancang Kuning (Unilak) meraih prestasi membanggakan dalam ajang Satuan Pendidikan Peduli Lingkungan.

Sekolah berbasis pendidikan agama islam yang mengelola bank sampah tersebut mendapatkan juara 1 dari Kementerian Pendidikan Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru. MI Ibnu Mubarok ini dinilai berhasil mengatasi persoalan sampah di lingkungan masyarakat, bahkan sampah tersebut dikelola dengan baik sehingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Ketua Yayasan Ulil Albab Al Ja'afariyah yang menaungi MI Ibnu Mubarok, Rinwiningsih S.S mengaku senang dan bahagia sekolahnya mendapatkan penghargaan. 

Menurutnya, sejak dibina PHR-Unilak 2021, banyak kemajuan yang dirasakan terutama dalam pengelolaan lingkungan yang baik. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada LPPM Unilak dan PHR yang telah membantu Bank Sampah MI Ibnu Al Mubarok, sehingga berkembang. Di sekolah ini ada program pengelolaan lingkungan dan menjaga kebersihan sekolah, namanya Jumat bersih. Dalam pengelolaan ini kami mendapatkan bantuan pembangunan bank sampah, bantuan mesin serta pelatihan manajemen. Sekolah kami memiliki program unggulan yaitu entrepreneur dan life skill," ujarnya. 

Ia menjelaskan, PHR dan LPPM Unilak juga melakukan sosialisasi bank sampah kepada masyarakat sekitar pondok pesantren. 

Masyarakat diberi pemahaman tentang pengelolaan sampah serta menjadikan bank sampah sebagai solusi persoalan sampah di lingkungan sekitar.

"Awalnya sampah plastik dan sisa makanan menumpuk karena tidak ada upaya pengelolaan yang tepat. Di pondok pesantren ini ada santri yang mondok, ada limbah yang tidak bisa diangkut oleh pihak luar, sehingga memotivasi kami membuat program bank sampah, kemudian kami membuat program bank sampah melibatkan santri, dan saat ini terus berkembang. Sekolah ini juga menghasilkan ecobrick, peternakan, budidaya maggot yang bisa menjadi pakan ternak," tutur Rinwiningsih. 

Berkat dibina PHR dan Unilak tersebut, keberadaan bank sampah di sekolah selain mampu mengatasi persoalan sampah serta menghasilkan uang, juga membuat pondok pesantren ini menjadi percontohan sekaligus pusat pelatihan pengelolaan sampah. 

"Banyak yang datang ke sekolah ini untuk sharing dan belajar, mulai dari instansi pemerintah, sekolah dan masyarakat umum," katanya. 

Lomba sekolah peduli lingkungan tersebut diikuti lebih dari 50 sekolah dari semua jenjang pendidikan, penyerahan piagam pemenang langsung diberikan oleh Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Drs H Syahrul Maulidi MA yang diterima oleh kepala sekolah, pada 12 Januari 2023.

VP Corporate Secretary PHR, Rudi Ariffianto bangga atas pencapaian mitra binaan PHR dalam kategori peduli lingkungan tersebut. 

"Kami bersyukur bahwa  pengetahuan dan pendampingan yang kami berikan membawa dampak kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Semoga prestasi ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah dengan baik," ungkapnya.

Di sisi lain, program TJSL PHR berfokus pada bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, dan bantuan pasca bencana. 

Program TJSL tersebut juga telah berkembang, berawal dengan 10 program di tahun 2021, PHR dalam 2022 kemarin telah melaksanakan 30 program TJSL yang dilaksanakan oleh berbagai mitra pelaksana yang jumlahnya juga meningkat dari 10 ke 21 mitra. 

Dari segi dampak ke masyarakat, terdapat peningkatan 4 kali lipat jumlah penerima manfaat, dari 5.000 menjadi 21.000 orang penerima manfaat di Provinsi Riau untuk seluruh program CSR di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Seluruh program itu tercakup ke dalam 12 dari 17 target atau goals dalam Sustainable Development Goals (SDGs).



Artikel Terbaru

Pingpong Championship V 2023 PWI Riau, Meriahkan HPN dan HUT ke-77 PWI

Tunggu Pekan Depan, Subsidi Motor Listrik Rp7Juta Dirilis Pemerintah

Akhir 2023, Pelabuhan Penyeberangan Mengkapan Dapat Beroperasi

BMKG Prakiraan Sebagian Cuaca di Riau Cerah dan Berawan

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp14.977 per Dolar

Kemenag Klaim Biaya Haji Naik Demi Keadilan
×
Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok Binaan PHR-Unilak Raih Penghargaan Peduli Lingkungan
riau | Minggu, 22 Januari 2023
Editor : Deslina | Penulis : DL/rilis
Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al-Mubarok binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Universitas Lancang Kuning (Unilak) meraih prestasi membanggakan dalam ajang Satuan Pendidikan Peduli Lingkungan.

PEKANBARU – Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al-Mubarok binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Universitas Lancang Kuning (Unilak) meraih prestasi membanggakan dalam ajang Satuan Pendidikan Peduli Lingkungan.

Sekolah berbasis pendidikan agama islam yang mengelola bank sampah tersebut mendapatkan juara 1 dari Kementerian Pendidikan Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru. MI Ibnu Mubarok ini dinilai berhasil mengatasi persoalan sampah di lingkungan masyarakat, bahkan sampah tersebut dikelola dengan baik sehingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Ketua Yayasan Ulil Albab Al Ja'afariyah yang menaungi MI Ibnu Mubarok, Rinwiningsih S.S mengaku senang dan bahagia sekolahnya mendapatkan penghargaan. 

Menurutnya, sejak dibina PHR-Unilak 2021, banyak kemajuan yang dirasakan terutama dalam pengelolaan lingkungan yang baik. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada LPPM Unilak dan PHR yang telah membantu Bank Sampah MI Ibnu Al Mubarok, sehingga berkembang. Di sekolah ini ada program pengelolaan lingkungan dan menjaga kebersihan sekolah, namanya Jumat bersih. Dalam pengelolaan ini kami mendapatkan bantuan pembangunan bank sampah, bantuan mesin serta pelatihan manajemen. Sekolah kami memiliki program unggulan yaitu entrepreneur dan life skill," ujarnya. 

Ia menjelaskan, PHR dan LPPM Unilak juga melakukan sosialisasi bank sampah kepada masyarakat sekitar pondok pesantren. 

Masyarakat diberi pemahaman tentang pengelolaan sampah serta menjadikan bank sampah sebagai solusi persoalan sampah di lingkungan sekitar.

"Awalnya sampah plastik dan sisa makanan menumpuk karena tidak ada upaya pengelolaan yang tepat. Di pondok pesantren ini ada santri yang mondok, ada limbah yang tidak bisa diangkut oleh pihak luar, sehingga memotivasi kami membuat program bank sampah, kemudian kami membuat program bank sampah melibatkan santri, dan saat ini terus berkembang. Sekolah ini juga menghasilkan ecobrick, peternakan, budidaya maggot yang bisa menjadi pakan ternak," tutur Rinwiningsih. 

Berkat dibina PHR dan Unilak tersebut, keberadaan bank sampah di sekolah selain mampu mengatasi persoalan sampah serta menghasilkan uang, juga membuat pondok pesantren ini menjadi percontohan sekaligus pusat pelatihan pengelolaan sampah. 

"Banyak yang datang ke sekolah ini untuk sharing dan belajar, mulai dari instansi pemerintah, sekolah dan masyarakat umum," katanya. 

Lomba sekolah peduli lingkungan tersebut diikuti lebih dari 50 sekolah dari semua jenjang pendidikan, penyerahan piagam pemenang langsung diberikan oleh Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Drs H Syahrul Maulidi MA yang diterima oleh kepala sekolah, pada 12 Januari 2023.

VP Corporate Secretary PHR, Rudi Ariffianto bangga atas pencapaian mitra binaan PHR dalam kategori peduli lingkungan tersebut. 

"Kami bersyukur bahwa  pengetahuan dan pendampingan yang kami berikan membawa dampak kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Semoga prestasi ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah dengan baik," ungkapnya.

Di sisi lain, program TJSL PHR berfokus pada bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, dan bantuan pasca bencana. 

Program TJSL tersebut juga telah berkembang, berawal dengan 10 program di tahun 2021, PHR dalam 2022 kemarin telah melaksanakan 30 program TJSL yang dilaksanakan oleh berbagai mitra pelaksana yang jumlahnya juga meningkat dari 10 ke 21 mitra. 

Dari segi dampak ke masyarakat, terdapat peningkatan 4 kali lipat jumlah penerima manfaat, dari 5.000 menjadi 21.000 orang penerima manfaat di Provinsi Riau untuk seluruh program CSR di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Seluruh program itu tercakup ke dalam 12 dari 17 target atau goals dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

pasar | Jumat, 27 Januari 2023
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp14.977 per Dolar
nusantara | Kamis, 26 Januari 2023
Kemenag Klaim Biaya Haji Naik Demi Keadilan
Inspiratif
inspiratif | Sabtu, 7 Januari 2023
Nyeri Tubuh, Bisa Sinyal Gejala Kolesterol Tinggi
inspiratif | Jumat, 4 November 2022
Anak Kecanduan Game Online? Ini Solusinya

Wajah
wajah | Minggu, 25 Desember 2022
Sejarawan dan Tokoh Intelektual Muslim
wajah | Senin, 7 November 2022
Ketika Ada Masalah, Mari Cari Solusi
wajah | Selasa, 18 Oktober 2022
Polri Pasti Bisa Seperti Emas 24 Karat
Wanita
wanita | Kamis, 15 Desember 2022
Awas, Kolesterol Tinggi Bisa Membunuh Diam-diam
wanita | Sabtu, 29 Oktober 2022
Skrining Kanker Payudara Bagi Wanita Itu Penting
wanita | Jumat, 5 Agustus 2022
Istiqomah Bersama dan Bermanfaat buat Umat
wanita | Sabtu, 18 Juni 2022
Penyebab Bibir Merah Warnanya
Berita Unggulan
mancanegara | Selasa, 24 Januari 2023
Pemimpin Partai Sayap Kanan Denmark Lakukan Tindakan Keji
Berita Pilihan


HOME


INDEX


POPULAR

×