|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Apitrajaya | Penulis : Eva Rianti/ Gita Amanda
Penembakan tersebut, kata dia, dilakukan karena WNI tersebut melakukan perlawanan. Dalam insiden itu, satu WNI meninggal dunia dan beberapa luka-luka. Sementara, data para korban masih terus didalami.
KBRI mengirimkan nota diplomatik untuk mendorong dilakukannya penyelidikan atas insiden tersebut, termasuk kemungkinan penggunaan kekerasan berlebihan atau excessive use of force. Sementara itu, Judha juga menegaskan bahwa Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur akan terus memonitor penanganan kasus tersebut oleh otoritas Malaysia dan memberikan bantuan kekonsuleran kepada para WNI.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengonfirmasi adanya pekerja migran Indonesia (PMI) yang ditembak di Malaysia. Ia mengatakan, penembakan terjadi di perairan Tanjung Rhu Malaysia. Adapun penembakan terjadi pada Jumat (24/1/2025), pukul 03.00 dini hari. Saat itu kata Christina, ada WNI Indonesia yang melintas di daerah tersebut. Namun, APMM langsung menembaki kelima WNI.
Bupati Siak Terima Penghargaan UHC di Tengah Ujian Keluarga
Dekatkan Layanan ke Generasi Muda, Imigrasi Pekanbaru Hadir di SMK Negeri 5 Pekanbaru
“Petugas APMM mendapati adanya kapal berisi lima PMI melintas di perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Pada Jumat, 24 Januari 2025 pukul 03.00 dini hari,” kata Christina dikantornya, Ahad (26/1/2025).
P2MI mengecam tindakan penembakan PMI oleh otoritas Maritim Malaysia. Apalagi, penembakan tersebut menyebabkan satu PMI meninggal dunia, satu kritis, dan tiga luka-luka. “Kementerian P2MI mengecam tindakan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh otoritas Maritim Malaysia (APMM) terhadap 5 PMI. Bahkan, menyebabkan 1 korban meninggal dunia, 4 lainnya luka-luka,” tegasnya. Eva Rianti (*)