|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Adlis Pitrajaya | Penulis : Asri/MCR
PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak akan mengganggu kualitas pelayanan publik. Ia memastikan bahwa meskipun ada penghematan dalam belanja operasional dan infrastruktur, layanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Di tengah efisiensi yang kami lakukan, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa. Kami juga telah membayarkan gaji ke-14, THR, serta lebih dulu membayarkan gaji THL. Ini sebagai bentuk kepedulian kami agar seluruh masyarakat Riau tetap merasakan kebahagiaan,” ujar Gubernur Abdul Wahid saat membuka Pawai Takbir di Pekanbaru, Minggu (30/5/2025) malam.
Gubernur menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini dilakukan secara hati-hati agar tidak berdampak pada program pembangunan yang telah dirancang. Pemprov Riau juga terus bersinergi dengan Forkopimda serta pemerintah kabupaten/kota guna memastikan program tetap berjalan optimal.
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Indosat Memperkuat Kialitas dan Keamanan Jaringan du Kepulauan Riau
Selain menjaga pelayanan publik, Pemprov Riau juga berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Abdul Wahid menekankan bahwa konsumsi masyarakat harus tetap didorong, salah satunya melalui pembayaran gaji ASN dan pegawai honorer yang ada di lingkungan Pemprov Riau serta pemerintah kabupaten/kota.
“Konsumsi masyarakat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pembayaran gaji tepat waktu menjadi salah satu cara untuk memastikan daya beli masyarakat tetap kuat,” jelasnya.
Gubernur juga menyoroti kestabilan harga sembako di Riau. Menurutnya, harga bahan pokok masih dalam kondisi stabil meskipun terjadi peningkatan konsumsi selama Ramadan hingga pasca-Lebaran.
"Satu Dolar" untuk Riau: PHR Didesak Buka Kartu
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Diduga Terkait Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
“Kami telah melakukan pengecekan di berbagai daerah, daya beli masyarakat tetap baik, dan inflasi masih dalam tahap wajar. Insyaallah, kami akan terus menjaga stabilitas ini hingga akhir tahun,” kata Abdul Wahid.
Meski kondisi harga sembako masih terkendali, Pemprov Riau tetap melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat. Pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga tetap stabil hingga akhir 2025.
“Kami akan terus memantau dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar harga bahan pokok tetap terjangkau. Stabilitas harga ini sangat penting agar ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. *