|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rea | Penulis : Rgi
JAKARTA – Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Rabu (10/4/2025), guna membahas peluang pendanaan pembangunan lingkungan hidup melalui skema Result Based Payment (RBP) dan Result Based Contribution (RBC).
Skema RBP REDD+ merupakan sistem pembayaran berbasis hasil untuk upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, khususnya dari deforestasi dan degradasi hutan. Pendanaan ini bisa diperoleh melalui kesepakatan multilateral, bilateral, ataupun mekanisme perdagangan karbon.
Dalam pertemuan tersebut, Gubri didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Riau Job Kurniawan, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, serta Plt. Kepala Badan Perencanaan Daerah Riau, Purnama.
Etanol dalam BBM: Harapan Baru, Tantangan Lama
Resmi! UU Tapera Dinyatakan Inkonstitusional, Nasib Iuran Pekerja Terancam Berubab
Gubernur Abdul Wahid menegaskan bahwa dalam situasi keterbatasan anggaran saat ini, pemerintah daerah tak bisa hanya mengandalkan dana dari APBD. Perlu upaya aktif untuk mencari dan memanfaatkan peluang pembiayaan lain yang tersedia, termasuk dari skema berbasis lingkungan.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemerintah Provinsi Riau telah menyusun sejumlah elemen penting dalam arsitektur REDD+, antara lain Safeguard, Rencana Aksi Daerah (RAD), Forest Reference Emission Level (FREL), Measurement, Reporting, and Verification (MRV), serta Benefit Sharing Mechanism (BSM).
Penyusunan Safeguard REDD+ Provinsi Riau telah rampung dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Mitigasi Perubahan Iklim (PPI) Kementerian LHK. Saat ini, penyusunan RAD REDD+ tengah berlangsung dan ditargetkan selesai pada tahun 2025.
MK Batalkan Sifat Wajib di UU Tapera, Pemerintah Wajib Tata Ulang dalam 2 Tahun
HPN 2026 di Banten, Ketum PWI: Momentum Dorong Ekonomi dan Pembangunan
“Dengan selesainya arsitektur REDD+ di Provinsi Riau, kami optimistis berbagai program mitigasi perubahan iklim ke depan bisa mendapatkan dukungan pembiayaan melalui skema RBP dan RBC di tingkat lanskap daerah," ujar Abdul Wahid. *