JAKARTA-- Nilai tukar rupiah bertengger di Rp16.263 per dolar AS pada Selasa (3/6) pagi. Mata uang Garuda turun 10 poin atau minus 0,06 persen.
Mata uang Asia bervariasi. Yuan China takluk pada dolar AS dengan pelemahan 0,03 persen, dolar Singapura melemah 0,07 persen, peso Filipina naik 0,07 persen, baht Thailand turun 0,02 persen.
Lalu, won Korea Selatan menguat 0,12 persen dan ringgit Malaysia naik 0,40 persen.
Sedangkan mata uang utama negara maju kompak dibuka lesu. Poundsterling Inggris turun 0,06 persen, euro Eropa minus 0,08 persen, franc Swiss melemah 0,07 persen, dolar Australia turun 0,14 persen, dan dolar Kanada minus 0,06 persen.
Makin Memanas! Puluhan Eks Karyawan Riau Pos Group Siapkan Gugatan Miliaran Rupiah, Gandeng Puluhan Advokat dari Tiga LBH
Puluhan Eks Karyawan Riau Pos Group Tagih Hak Pesangon dan Pensiun, Nilainya Capai Miliaran Rupiah
Bali Dikepung Bisnis Asing, Karma 'Dosa' Pariwisata?
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah lantaran data manufaktur China yang turun. Pelemahan data manufaktur China bisa melemahkan nilai tukar rupiah karena Negeri Tirai Bambu merupakan salah satu mitra dagang utama RI.