|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/RIN*
PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan sebagian besar wilayah di Riau akan diguyur hujan pada Minggu (14/9/2025). Intensitas hujan diperkirakan bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berpotensi lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, menyebutkan cuaca pagi hari di Riau relatif tenang dengan kondisi kabur hingga berawan. Namun memasuki siang hingga malam, potensi hujan mulai meningkat di berbagai daerah.
“Sejumlah wilayah seperti Rokan Hulu, Siak, Kampar, Bengkalis, Kuantan Singingi hingga Kota Pekanbaru berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Situasi ini bisa berlangsung sejak siang hingga malam,” ujarnya.
Mulai 1 Januari 2026, Parkir di Indomaret–Alfamart di Pekanbaru Gratis
BMKG Prakirakan, Hari Ini Hujan Mengguyar Sebagian Wilayah Riau
Pada malam hari, cakupan hujan diperkirakan semakin meluas hingga ke Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Dumai. Sementara pada dini hari, hujan ringan masih mungkin terjadi di sebagian wilayah Kampar, Indragiri Hulu, dan Pelalawan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem. “Kami mengingatkan warga agar berhati-hati, terutama yang beraktivitas di luar ruangan maupun di jalan raya, karena hujan lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang,” tambah Gita.
Adapun kondisi cuaca secara umum di Riau hari ini diprakirakan dengan suhu udara 23–33°C, kelembapan 56–100%, serta angin bertiup dari arah barat daya hingga timur laut dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Drastis Tembus Rp37 Ribu per Kg
Kondisi PLTA Koto Panjang: Debit Air Masuk dan Keluar Terpantau
Sementara itu, kondisi perairan di Riau relatif aman dengan gelombang laut berkisar 0,5–1,25 meter. Dari pantauan satelit pada Sabtu (13/9) malam, tidak ada titik panas terdeteksi di wilayah Riau. Namun di Sumatera, masih muncul 17 titik panas, terbanyak di Lampung dan Sumatera Selatan.**