|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Teguh Firmansyah
Pekanbaru – Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi turun tangan mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan pangan serta mencegah kasus keracunan yang bisa menimpa para penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara melekat mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan.
“Saya sudah perintahkan seluruh komandan satuan agar mengecek bahan baku, peralatan, cara memasak, hingga proses pengiriman. Semua harus dipastikan aman sampai ke anak-anak,” ujarnya saat meresmikan SPPG 1 TNI AU Adi Soemarmo di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (26/9/2025).
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sistem Cegah Kebakaran Gambut berbasis IoT Menang Inovasi Lestari di Siak
Sejauh ini, TNI telah mengoperasikan 113 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bahkan hari ini, Jenderal Agus meresmikan tambahan 339 SPPG di berbagai satuan TNI seperti Batalyon, Kodim, Lanal, Lanud, Pindam, hingga Korem.
“Dengan penambahan ini, jumlah penerima manfaat akan terus bertambah setiap hari. Selain itu, pembangunan SPPG juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat, karena banyak juru masak berasal dari ibu-ibu lokal,” tambahnya.
Agus juga menekankan bahwa keberadaan SPPG turut menggerakkan rantai pasok pangan. Petani, peternak, nelayan, dan UMKM bisa menjual hasil produksi mereka ke Koperasi Merah Putih, lalu dipasok ke SPPG untuk diolah menjadi makanan sehat.
Pemkab Kampar-KPK RI Gelar Bimtek Pencegahan Korupsi, Libatkan Desa Hingga Kabupaten
Penting Cegah Stunting, PHR-PKBI Riau Perkuat Kapasitas Pengelolaan Rumah Produksi PMT
“Dengan begitu, program ini bukan hanya meningkatkan gizi anak, tapi juga mendukung ekonomi desa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG 1 TNI AU Adi Soemarmo, Rifky Sheva, menegaskan pihaknya menerapkan quality control ketat. Bahan baku yang datang langsung dimasak tanpa penyimpanan lama.
“Sayur dan daging datang dini hari. Untuk daging ayam, kami langsung ambil dari rumah potong dan dikirim jam 12 malam. Jadi bahan selalu segar,” kata Rifky.
PHR Proaktif Bantu Pencegahan dan Pelatihan Karhutla-Restorasi Gambut di Riau
Cegah Stunting Pemprov Riau Komitmen Sediakan Alat Antropometri di Seluruh Posyandu di Riau
Saat ini, SPPG tersebut mampu memproduksi 3.728 porsi makanan per hari, dengan pengiriman empat hari dalam seminggu. Ke depan, layanan akan ditingkatkan menjadi enam hari.
“Di sini ada 47 relawan, ditambah satu akuntan, satu ahli gizi, dan satu kepala SPPG. Semua bekerja memastikan makanan bergizi aman sampai ke sekolah-sekolah,” jelasnya seperti dilansir republika.co.id.
Program MBG sendiri ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa. *