|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU – Tingkat kebakaran bangunan di Kota Pekanbaru masih tergolong tinggi sepanjang tahun 2025. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipasi guna menekan risiko kebakaran.
Berdasarkan data Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 247 kasus kebakaran bangunan terjadi di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Dari jumlah itu, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 30 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden kebakaran.
Data menunjukkan, kasus kebakaran paling banyak terjadi pada bulan Juli dan Oktober 2025, masing-masing mencapai 31 kejadian. Sementara itu, pada Januari tercatat 14 kasus, Februari 15 kasus, serta Maret dan April masing-masing 14 kasus.
DED Flyover Simpang Panam Selesai, Pembangunan Masih Terkendala Pembebasan Lahan
Bupati Zukri Tinjau Progres Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Terantang Manuk
Selanjutnya, pada Mei dan Juni masing-masing terjadi 16 kasus kebakaran. Memasuki Agustus tercatat 29 kasus, September 17 kasus, November 27 kasus, dan Desember 23 kasus.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut tingginya suhu udara serta kondisi instalasi listrik yang sudah berusia tua menjadi faktor utama penyebab kebakaran di wilayah tersebut.
“Memasuki akhir Januari ini kita mulai masuk musim panas. Kejadian kebakaran banyak dipicu oleh panas yang cukup tinggi dan jaringan listrik yang sudah tua. Akibatnya sering terjadi arus pendek,” ujar Markarius.
10 Orang Terluka, 3 Bangunan Rusak Akibat Ledakan Pipa Gas PT TGI
Satu Unit Bangunan Rumah Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta
Ia menegaskan, persoalan instalasi listrik rumah tangga perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat, khususnya yang menempati rumah berusia di atas 20 tahun, agar segera melakukan pembaruan instalasi listrik tanpa menunggu terjadinya korsleting. *