POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Etalase

Petani Sayur Program DMPA APP Sinarmas Forestry Hasilkan Rp 43 Juta Perbulan

Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB

Penulis : herlina

Petani Sayur Program DMPA APP  Sinarmas Forestry Hasilkan Rp 43 Juta Perbulan
Kebun sayur milik Herman, petani sayur dari Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) Asia Pulp & Paper-Sinar Mas Forestry.

SIAK - Meski awalnya ragu untuk menyulap kebun sawitnya seluas 2 hektare, Herman (49), kini juga telah berhasil menjadi seorang petani sayur. Bahkan petani binaan Program DMPA APP- Sinarmas Forestry Hasilkan Rp 43 Juta Perbulan.

Bahkan saat ini lahan yang dimiliki Herman juga telah bertambah luas. Berkat kegigihan petani binaan Asia Pulp & Paper-Sinar Mas Forestry (APP-MSF) Region Riau, Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak ini, ia sekarang telah berhasil mempunyai lahan seluas 4,5 hektare. Di lahan 4,5 hektare itu, Herman menanaminya dengan berbagai berbagai komoditas hortikultura.

Herman merupakan petani sayur dari Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) APP-SMF, yang mempunyai strategi tanam dan panen yang hampir sama penerapannya dengan strategi sistem rotasi tanam HTI (Hutan Tanaman Industri) PT Arara Abadi (AA). Perbedaannya terletak pada masa panen, jika HTI masa panen 5 tahun, tapi pertanian sayur yang dibuat Herman hanya membutuhkan rotasi  tanam 20 hari, setelah itu panen.

Baca :

Kepada awak media Herman menuturkan, awalnya dirinya adalah petani atau pekebun sawit dengan lahan 2 hektare.  Namun perlahan-lahan sebagian areal sawit tersebut diubahnya dan ditanami dengan tanaman pertanian hortikultura seperti bayam dan kangkung seluas seperempat hektare, sisanya sawit dan buah melon.

"Dari seperempat hektare lahan pertanian sayur tersebut, saya dapat menghasilkan 600 ikat sayur bayam dan kangkung setiap harinya dengan penghasilan saya per bulan bisa mencapai 40 hingga 43 juta rupiah setiap bulan dengan modal awal saya 20 juta rupiah. Jadi bersih setiap bulan saya dapat keuntungan 20 hingga 23 juta rupiah. Kini berkat perkembangan usaha saya, saya membeli lahan di sekitar areal saya, sehingga saat ini lahan saya sudah mencapai 4,5 hektare, yang saya tanami berbagai komoditas hortikultura lainnya," beber Herman, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut Herman menjelaskan, dalam sistem penanaman sayur, dirinya menggunakan cara atau strategi, setelah tanam bayam dan panen hari ke-20, lalu ia tanam kangkung di bekas tanam bayam tadi. Begitu juga setelah panen kangkung, ia tanam bayam, agar hasilnya maksimal, dan pembagian lokasi tanam pun dibuat per petak dengan masa rotasi 20 hari. Artinya, setelah panen langsung tanam, dan besoknya panen pada petak lainnya, begitu seterusnya.

Baca :

Untuk pemasaran Herman tidak mendapatkan kendala yang berarti. Di samping kelancaran akses lalu lintas transportasi yang dibantu oleh PT Arara Abadi, APP-SMF dalam merawat jalan, karena areal kebunnya harus melalui akses masuk kawasan konsesi perusahaan, perusahaan PT AA-SMF juga siap membantu pemasaran jika dirinya terkendala.

"Untuk saat ini perusaahan sudah banyak membantu kami petani-petani Program DMPA sekitar konsesi perusahaan. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada perusahaan yang selama ini telah banyak membina, membantu baik permodalan maupun pengembangan usaha saya dan juga masyarakat di sekitar perusahaan,” ucap Herman.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program DMPA APP-SMF Region Riau, Miswanto yang didampingi Public Relations PT AA - APP-SMF Region Riau Nurul Huda kepada media menjelaskan, Herman adalah salah satu masyarakat yang berada di sekitar areal konsesi perusahaan yang mendapat Program DMPA melalui kelompok tani (Poktan) mereka.

Baca :

Herman ini, kata Miswanto, sudah pernah dibawa perusahaan pada kegiatan pameran perubahan iklim di Medan beberapa waktu lalu, sebagai contoh petani yang sukses melalui program DMPA APP-SMF Region Riau.

"Alhamdulillah beliau (Herman, red) mendapatkan predikat Juara I dari Dewan Juri dan Panitia. Bagi perusahaan keberadaan Herman adalah sebagai bukti atau contoh, bagaimana masyarakat dalam membuka atau membersihkan lahan untuk ditanami tanaman hortikultura berbagai jenis hasil pertanian. Jadi tidak harus melakukan praktik membakar lahan untuk membersihkan lahan milik mereka. Herman dan kawan-kawan yang tergabung dalam Poktan mereka, kita bina, bantu dan arahkan agar tidak melakukan pembakaran,” kata Miswanto. (rls)

 

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
politik
DPR Minta Audit Menyeluruh Seluruh Bandara Khusus Usai Polemik IMIP
Jumat, 28 November 2025 | 23:01:00 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
4
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB