"Inilah tujuan transfer teknologi kepada putra-putri terbaik daerah ini," tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Modernisasi pertanian di Merauke telah diterapkan mulai dari proses tanam menggunakan rice transplanter, pemanfaatan drone untuk mendukung kegiatan budidaya, hingga penggunaan combine harvester saat panen. Pendekatan tersebut mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat seluruh rangkaian produksi pertanian.
Selain mempercepat proses budidaya, penerapan mekanisasi juga berdampak pada peningkatan intensitas tanam. Jika sebelumnya sebagian besar lahan hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun, kini banyak areal pertanian di Merauke telah mencapai dua kali musim tanam setiap tahun, bahkan berpotensi meningkat pada masa mendatang.
Swasembada Pangan dan Pupuk Terjangkau Jadi Prioritas Pemerintah
Pertanian di Rohil Cukup Membantu Kebutuhan Pangan di Riau
"Makanya, mereka menggunakan drone, tanam menggunakan rice transplanter, menggunakan combine harvester, itu luar biasa," tambah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Peningkatan produktivitas pun mulai terlihat. Hasil panen yang sebelumnya rata-rata sekitar tiga ton gabah per hektare kini meningkat menjadi empat hingga tujuh ton per hektare di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap bertambahnya pendapatan petani dan memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan sentra pangan baru Papua Selatan.