Kepergian Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Tentara Nasional Indonesia dan bangsa Indonesia. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus Menteri Pertahanan itu dikenal sebagai sosok prajurit lapangan yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi kepada negara.
Bagi banyak prajurit, Ryamizard bukan sekadar jenderal bintang empat. Ia adalah figur yang tumbuh dari satuan tempur, meniti karier dari bawah, hingga akhirnya mencapai posisi tertinggi di Angkatan Darat dan dipercaya memimpin Kementerian Pertahanan.
Lahir dari Keluarga Militer
Kabar duka menyelimuti Dunia Pers Nasional, Sekjend PWI Pusat H Zulmansyah Sekedang Wafat Dini Hari Tadi
Syarat Tinggi Prajurit TNI AD Kini Lebih Pendek, Ini Alasannya
Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Darah militer mengalir kuat dalam dirinya. Ayahnya, Letnan Jenderal TNI Musannif Ryacudu, merupakan salah satu perwira tinggi Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kemiliteran.
Lingkungan keluarga yang dekat dengan kehidupan tentara membentuk karakter Ryamizard sejak muda. Disiplin, ketegasan, dan semangat pengabdian menjadi nilai yang melekat dalam perjalanan hidupnya.