|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : rls
PEKANBARU – Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, Rabu (19/6), memaparkan keberhasilan program Manajemen Kebakaran Hutan Terintegrasi (IFM) perusahaan dalam menurunkan angka kebakaran hutan hingga mendekati target zero fire pada periode berjalan. Saat ini, hanya 0,07% dari seluruh area konsesi pemasoknya yang masih terdampak api akibat pembakaran ilegal oleh pihak ketiga.
APP Sinar Mas membagikan pengalaman tersebut sebagai perwakilan sektor swasta dari delegasi Indonesia di Asia-Pacific Forestry Week (APFW 2019) yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan. Dalam ajang pertemuan terbesar untuk praktisi kehutanan di Asia Pasifik tersebut, delegasi Indonesia yang terdiri dari pemerintah dan swasta mendapatkan kepercayaan untuk berbagi kisah sukses dan tantangan dalam membenahi tata kelola hutan Indonesia.
“Perubahan paradigma dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan telah dilakukan dengan menempatkan pencegahan kebakaran sebagai kegiatan utama dan pertama,” papar Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman dalam Keynote speech nya mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
Sinar Mas Agribusiness and Food Buka Kesempatan 45 Lulusan SMU Raih Beasiswa
Sinar Mas Agribusiness and Food Nihil Bakar Selama Tahun 2021
“Antara lain, dengan membentuk satuan tugas dan patroli terpadu di provinsi rawan kebakaran, yang melibatkan Manggala Agni, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat peduli api, dan pelaku usaha yang beroperasi di desa rawan kebakaran, sehingga masyarakat merasakan langsung adanya kehadiran pemerintah di wilayahnya dan ikut membantu mencegah terjadinya api,” lanjut Ruandha.
Sementara itu, GM Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka mengatakan, kebakaran hutan dan lahan bukan hanya bencana bagi pemerintah atau swasta, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia. Untuk mencapai target konsesi bebas dari api dan asap, APP Sinar Mas menerapkan sistem penanggulangan kebakaran hutan secara terintegrasi (IFM) dengan berkolaborasi bersama pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan IFM ini terbagi dalam empat strategi yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini dan respons cepat.