|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Hendra
"Karena untuk apa program sawit rakyat diterapkan bila harga tidak terjamin.Program dibuat seharusnya bisa tingkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Rohul ini," harap Dedy.
Selain petani kelapa sawit yang mengeluh, patani karet juga mengalami hal yang sama.Harga karet petani dalam dua bulan terakhir ini, rata rata di bawah Rp9000 per kgnya.
"Minggu kemarin, harga karet petani hanya Rp8000 per kgnya.Sementara penghasilan yang kita dapat, harus bagi 50 persen dengan yang menakik (pemotong). Bahkan bila kebunnya jauh dari kampung, dua bagi untuk pemilik tiga bagi untuk penyadap.Tetapi harus bagaimana lagi, itulah kondisi saat ini," ucap Anis petani karet di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah.
Bupati Siak Terima Penghargaan UHC di Tengah Ujian Keluarga
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
Dampak terpuruknya ekonomi petani di Rohul, juga dirasakan sejumlah pedagang.Karena kini daya beli masyarakat kini semakin menurun, terutama untuk membeli kebutuhan sandang seperti pakaian dan lainnya.
"Juga pemilik rumah makan di Rohul, kini mereka menyiasati dengan menurunkan harga jual mereka. Kalau biasanya beli nasi bungkus bisa Rp13.000 hingga Rp19.000 per kg, kini banyak pemilik rumah makan menjual serba Rp10000," kata Edi pedagang nasi di kawasan Pasir Pangaraian.