|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Hendra
PASIR PANGARAIAN - Beruang madu serang warga di kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kali ini korbannya petani karet warga Desa Sungai Salak, Kecamatan Rambah Samo.
Konflik beruang dengan masyarakat, sebelumnya juga sudah pernah terjadi, bahkan sudah memakan korban jiwa seorang wanita petani karet warga Dusun Sungai Deras Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah merengang nyawa setelah bagian kepalanya terkena cakaran beruang madu.
Motif penyerangan beruang Kali ini sama dengan korban Kali ini, dimana saat petani tengah menyadap Karet di kebunnya.
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
Diakui Kepala desa Sungai Salak, Haryanto, seorang warganya diserang hewan buas jenis Beruang Madu, mengakibatkan kakinya luka robek dan mendapatkan jahitan dari tim medis.
Haryanto juga mengatakan, saat ini warganya yang bernama Sapri sudah mendapatkan penanganan dari tim medis.
"Awl kejadian beruang madu yang menyerang Sapri, disaat dirinya sedang menyandap karet di kebunnya, Kamis (27/6/19).
Bupati Siak Usulkan Waduk ke Mentan, Petani Kerap Terancam Gagal Panen di Musim Kemarau
Pemuda Tewas Tenggelam di Sungai Kampar, Diduga Kram Kaki
"Ketika Sapri tengah menyadap getah karet dengan membawa anak dan istrinya Rika," jelasnya, Minggu (30/6/2019) malam.
Namun disaat tengah menyadap pohon karet, tiba-tiba istri dan anaknya berteriak teriak minta tolong ke sang suami, karena dikejar seekor beruang.
Seketika itu, Sapri yang mendengat serta mengetahui istri dan anaknya dikejar oleh beruang, Sapri bergegas menuju istri dan anaknya yang dikejar beruang. Ketika itu Sapri menggantikan posisi istri yang dikejar beruang hingga ia mengalami luka dibagian kaki.
Ditemukan Dua Kasus Ternak Terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki di Kampar
Warga Rantau Bertuah Siap Menangkan Dr.Afni,Terbukti Bela Petani Sawit,
"Dari keterangan Sapri ke saya, disaat anak dan istrinya yang dikejar beruang, Sapri mendatangi dan mengejar beruang, sehingga kakinya sempat terkena serangan beruang, namun disaat itu beruang kabur.
Kades menyatakan, anak dan istri Sapri tidak mengalami luka, namun masih takut untuk pergi ke ladang menyadap karet pasalnya hingga saat ini beruang tersebut belum berhasil ditangkap.
Kini warga ucap Kades masih takut untuk melaksanakan aktifitas di kebun, karena beruang madu masih belum bisa ditangkap oleh BKSDA Provinsi Riau hingga kini.
Perjalanan Zurriyati, Anak Petani yang Mendapatkan Beasiswa Prestasi PHR
Bakar Lahan Milik PT PHR, Petani Sayur Ditangkap
"Saya imbau ke warganya untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktifitas di kebun, jangan pergi ke kebun seorang diri, kalau bisa bawa teman atau rekan karena berbahaya, beruang madunya belum ditangkap, kalau mau pergi juga bawa rekan atau keluarga, dan jangan bawa istri atau anak kecil ke ladang karena sangat berbahaya," harapnya.*