|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Adi
BANGKINANG KOTA - Sistem Zonasi dalam penerimaan siswa baru yang diterapkan oleh pemerintah terhadap sekolah-sekolah unggulan mengundang pembicaraan hangat di tengah masyarakat.
Pemerhati Pendidikan Kabupaten Kampar, Drs Fahkrul Kamal mengatakan, sistem Zonasi dalam penerimaan siswa baru memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan, terutama pada upaya pemerataan siswa bagi seluruh sekolah.
Dijelaskannya, sistem Zonasi sangat membantu pemerintah dalam pemerataan siswa. Dengan adanya sistem Zonasi, maka seluruh sekolah akan mendapatkan siswa yang sama. Sekolah yang biasanya hanya diisi siswa yang tidak diterima oleh sekolah unggulan, kedepannya mereka akan mendapatkan siswa yang memang memiliki kecerdasan tinggi yang tinggal di sekitar zona sekolah tersebut.
Sistem Cegah Kebakaran Gambut berbasis IoT Menang Inovasi Lestari di Siak
Macet, Sistem Buka Tutup Masih Berlaku di Jalintim KM 83
Fakhrul menilai bahwa sistem Zonasi sebagai upaya pemerintah memperhatikan sekolah-sekolah yang berada di desa. Sehingga dana yang sudah banyak disalurkan oleh pemerintah bermanfaat oleh masyarakat. Sistem Zonasi juga menjadikan seluruh sekolah sebagai sekolah unggulan.
Tidak ada lagi sekolah yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat, karena tergiur oleh sekolah unggulan yang berada di kota. Semua sekolah akan mendapatkan siswa secara merata.
Selain itu, sistem Zonasi bisa mendekatkan anak kepada keluarganya. Sehingga orang tua dapat memantau, membimbing dan mendidik anak-anaknya selama proses pendidikan. "Kontribusi orang tua untuk mendidik anak sangat dibutuhkan dalam membentuk kepribadian anak," ungkap Fakhrul.
Adopsi Sistem KSP, Rencana Pembangunan Hotel Riau di Slipi Jakarta
Sasar Santri dan Masyarakat, Upaya PHR Tingkatkan SDM Riau Lewat Program Penguatan Ekosistem Vokasi
Menanggapi kekhawatiran siswa dan orang tua akan fasilitas, sarana dan prasarana sekolah yang berada di desa, Fakhrul Kamal menilai pemerintah akan segera melengkapinya. Karena bantuan pemerintah itu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat tersebut.*