|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : antarariau
PEKANBARU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru mencatat realisasi perolehan pajak hingga triwulan II tahun 2019 baru Rp256 miliar.
"Ini baru mencapai 84 persen dari target," kata Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin di Pekanbaru.
Zulhelmi Arifin menjelaskan, realisasi perolehan sebesar Rp256 miliar tersebut masih belum mencapai target yang ditetapkan pada untuk triwulan II tahun ini yang sebesar Rp300 miliar.
Wabup Siak Syamsurizal Optimis, Realisasi PAD Akan Dikejar di 2026
Rekapitulasi DPB Triwulan III 2025 di Kampar Berjalan Lancar, KPU Tegaskan Komitmen Pemutakhiran Data Pemilih
"Perolehan itu masih minus atau kurang Rp44 miliar dari target sebesar Rp300 miliar," tuturnya.
Hal ini terjadi, sambung dia, dikarenakan adanya objek pajak yang belum mencapai target, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah Bangunan (BPHTB).
"Ini masalah investasi, masalah jual beli atau juga peningkatan hak atas tanah," katanya.
Gebrakan 100 Hari Kerja, Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Agung-Markarius Realisasikan Janji Politiknya
Pj Bupati Kampar Laporkan Kinerja Triwulan II ke Kemendagri
Disinggung langkah yang diambil untuk dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak, jelasnya, ada hal yang harus jalan bersamaan, seperti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
"Itu bagaimana seluruh persil dapat tertata dan tersertifikat dengan baik. Nantinya ketika ada sertifikat, seperti peralihan hak. Yang tidak mengikuti program PTSL, kita bisa mendapatkan pajak BPHTB-nya," jelasnya.
Meski begitu, dia optimistisBapenda akan mencapai target pajak tahun 2019 sebesar Rp800 miliar. Sebab, pajak di Bapenda ada banyak sektor. Untuk Pajak Bumi Bangunan (PBB) sudah cukup signifikan peningkatannya dibanding tahun lalu.
Realisasi Luas Panen Padi di Riau Capai 51,91 Ribu Hektare
Realisasi Investasi Hulu Migas Mencapai US$ 13,7 Miliar atau Sekitar Rp 210 triliun
Selain itu, ada pajak reklame, dan restoran. Walaupun ada kendala Tapping box yang tidak berfungsi, ia masih optimis bisa berjalan baik.
"Pada triwulan II lalu, Bapenda Kota Pekanbaru menyerap sebesar Rp120 miliar dari target sebesar Rp152 miliar," pungkasnya.*