|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : vivanews
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat untuk terus siaga pada musim kemarau tahun ini.
Plh Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau akan terjadi di Agustus-September 2019.
"BMKG telah mengeluarkan jika kemarau ini pusatnya di Agustus. Saat ini sudah ada wilayah yang kekeringan," ujar Agus Wibowo di Kantor BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 15 Juli 2019.
Edi Basri Tegaskan Netralitas Pj Gubernur dalam Musprov KONI Riau
Kapolda Metro Rilis Tujuh Nama Polisi Diduga Pelindas Ojol Affan Kurniawan
Agus menjelaskan, sudah tujuh provinsi yang mengalami kekeringan yakni, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Sampai saat ini tujuh provinsi tersebut belum diguyur hujan selama musim kemarau. Agus mengimbau untuk masyarakat di daerah tersebut waspada karena tidak akan ada turun hujan selama 60 hari ke depan.
"Sudah ada tujuh provinsi, ada 79 kabupaten dan kota, 556 kecamatan dari tujuh provinsi yang terkena kekeringan. Masih ada beberapa lokasi 60 hari belum hujan," kata dia.
Munir Mantap Maju, 17 Provinsi Beri Dukungan di Kongres PWI
Alami Penurunan, Harga Kelapa Sawit Periode 1-17 Juni 2025
Fenomena el-Nino yang membuat kekeringan di sejumlah daerah, mengakibatkan kondisi wilayah tersebut kekeringan. Untuk itu Presiden Joko Widodo telah memanggil BNPB agar mencari langkah mencegah kekeringan parah tersebut.
"Saat ini akan ada rapat kabinet tentang progres penanganan musim kemarau, untuk penanganan jangka pendek dan menengah," ucap Agus.*