|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Herlina
SIAK - Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas kembali berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia, International Tropical Timber Organization (ITTO), Belantara Foundation, perwakilan bisnis dari Jepang, Indonesia dan masyarakat setempat, melakukan penanaman 10.000 bibit pohon di hutan yang terdegradasi di Dusun Segintil Kampung Teluk Rimbah, Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak, Selasa (3/9/2019).
Para peserta menanami area seluas 20 hektar, dengan bibit pohon lokal, yakni Jelutong, dan berbagai pohon buah-buahan lokal.
Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba, bahwa penanaman pohon tahunan yang telah berjalan untuk keenam kalinya ini merupakan salah satu wujud komitmen APP Sinar Mas untuk mendukung perlindungan dan restorasi hutan di Indonesia.
"Hal ini sejalan dengan rekomendasi ahli ekologi tanaman dari Yokohama National University di Jepang, Professor Akira Miyawaki. Pada kunjungannya ke area konservasi perusahaan tahun 2014 lalu, Miyawaki merekomendasikan penanaman spesies tumbuhan endemik demi mempercepat pemulihan hutan yang rusak. Sejak itu, 42.000 pohon dari berbagai spesies lokal telah ditanam di 87 hektar area konservasi, " ungkapnya.
Sinar Mas Agribusiness and Food Buka Kesempatan 45 Lulusan SMU Raih Beasiswa
Sinar Mas Agribusiness and Food Nihil Bakar Selama Tahun 2021
Restorasi dan konservasi hutan di Indonesia adalah bagian dari komitmen kami yang tertuang dalam Kebijakan Konservasi Hutan (FCP). Dengan berkolaborasi bersama berbagai mitra, baik dari dalam maupun luar negeri seperti lewat kegiatan penanaman pohon hari ini, dapat berkontribusi secara nyata terhadap Aksi Iklim, salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang dicanangkan oleh PBB.
Tahun ini, penanaman pohon dilakukan di area konservasi terdegradasi seluas 20 hektar milik mitra pemasok APP Sinar Mas, PT Arara Abadi, yang berlokasi di Giam Siak Kecil. Penanaman spesies tanaman lokal akan membantu rehabilitasi kawasan tersebut, yang juga dikenal sebagai tempat tinggal Harimau dan Gajah Sumatra.
Masyarakat setempat juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dan akan membantu perusahaan untuk melindungi kawasan tersebut dari perambahan ilegal. Di masa depan, masyarakat ini juga akan mendapat manfaat dari hutan yang telah dipulihkan melalui produk-produk non-kayu seperti getah pohon dan buah.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project Makoto Nikkawa mengatakan, Inisiatif penanaman pohon ini memainkan sejumlah peran penting. Merehabilitasi dan melindungi hutan membantu perekonomian masyarakat setempat karena dapat menjaga dan menambah mata pencaharian mereka.
Sinar Mas Agribusiness and Food Luncurkan Buku Cerita Anak “Rumbun dan Sahabat Rimba”
Sinar Mas Agribusiness and Food Replanting Kebun Kelapa Sawit Petani Plasma
"Kegiatan seperti ini juga akan memiliki dampak positif secara global, yaitu membantu memerangi perubahan iklim dan merawat hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya," pungkasnya.(lin)