|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU(PEKANBARUEXPRESS)- Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa, Kamis(8-10/2020) siang di depan Gedung DPRD Riau yang menolak disahkannya Undang-undang Omnibus Law ,serta mendesak pimpinan DPRDagar menemui massa, berakhir ricuh.
Blokade pagar berduri yang dipasang aparat keamanan di sekitar gerbang utama masuk kantor DPRD pasca bentrok membuat massa marah, dan terus memaksa masuk ke dalam Gedung DPRD Riau, bahkan lemparan bermacam bendapun melayang ke aparat yang berjaga.
Sebagian massa juga melontarkan berbagai hujatan.
Pimpinan DPRD tak kunjung menemui mereka, membuat massa terus semakin marah. Sebagian massa bahkan ada yang nekad memanjat pagar beton di depan Gedung Utama DPRD Riau. Namun aparat terus memukul mundur mereka dengan tembakan gas air mata. Tak urung sebagian massa tumbang, dan sebagian lagi justru membalas dengan lemparan benda-benda keras kepada aparat.
Jalan Riau Macet, Ratusan Massa dari Buruh Bentrok,Saling Lempar dan Pukul
Terjadi Bentrok, BP Batam Pastikan Takkan Ganggu Pengembangan Rempang Eco City
Akibatnya, ribuan massa yang memadati hampir sepanjang 1 kilometer Jalan Sudirman Pekanbaru semakin nekad memaksa masuk. Pihak kepolisian terus menghadang, lemparan benda-benda yang melayang ke aparat berbalas dengan semprotan gas air mata.
Sehingga terjadi aksi kejar-kejaran hingga kontak fisik. Dentuman bunyi keras yang berasal dari pelontar gas air mata puluhan kali, membuat ratusan massa yang berada persis di depan gedung DPRD langsung berlarian kocar-kacir ke seberang jalan, dan menghindar.
Bahkan mobil patroli aparat kepolisian yang parkir di dekat Hotel Cokro, tepatnya di bawah fly over turut jadi sasaran amukan massa. Usai dihancurkan, kemudian mobil itu dibalikkan beramai-ramai. Hingga azan magrib berkumandang, masih terlihat ratusan massa yang bertahan di lokasi.