|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Jakarta - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik langkah TNI terjun langsung menurunkan baliho Habib Rizieq Syihab. Meski semboyan TNI dan Polri bersatu, namun bukan berarti tugas TNI sama dengan Polri. Sebab, karena tugas dan fungsi TNI yang jelas berbeda dengan Polri saat ini.
Dia tak ingin bangsa Indonesia lupa dengan sejarah. Sebab, ABRI telah dikoreksi dengan mengeluarkan Polri. Kata Fahri, Indonesia adalah negara hukum dan dikelola secara sipil. Militerisme masa lalu.
Wakil Ketua Umum Gelora ini pun heran setelah 20 tahun lebih reformaai, marak pejabat militer masuk dalam demarkasi pengelolaan negara sipil ini.
Pangdam Tekankan Profesionalisme Media Jaga Stabilitas Riau
Brigjen TNI Agustatius Sitepu Nahkodai Korem 031/Wira Bima
Dia menduga, ini terjadi karena slogan ‘TNI dan Polri bersatu’ telah dimaknai sebagai bersatunya fungsi keduanya. Hal ini yang disayangkan dan dianggap cukup menyedihkan
"Kalau saya jadi Menhan, ini adalah 'lampu kuning' ditabraknya rambu-rambu militer dalam demokrasi. TNI harus ngerti bahwa tugas dia di tengah rakyat adalah memelihara perdamaian. Sebagaimana militer berperang bukan untuk membunuh lawan, tapi untuk menjaga perdamaian," tulis Fahri dalam akun Twitter resminya. Dia mengizinkan merdeka.com untuk mengutip cuitannya, Sabtu (21/11).