POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Mancanegara

Jack Ma, Bos Alibaba Diyakini Masih Hidup

Rabu, 6 Januari 2021 | 20:43:22 WIB

Editor : Putrajaya | Penulis : Republika.com

Jack Ma, Bos Alibaba Diyakini Masih Hidup
Jack Ma

BEIJING - Pendiri perusahaan teknologi, Alibaba, Jack Ma yang sempat dilaporkan menghilang, diyakini masih hidup. Ia sempat diduga ditahan karena tidak disukai oleh Pemerintah China menyusul kritik yang dilayangkannya.

Koresponden CNBC, David Faber melaporkan bahwa Ma tidak menghilang, mengutip seorang sumber yang dekat dengan Ma. Dia mengaku bahwa Ma memang kurang terlihat di mata publik dengan sengaja, namun dia tidak menghilang.

"Dia tidak hilang. Saya sudah cukup lama tidak bertemu Jack Ma, tapi saya telah mewawancarainya berkali-kali," ujar Faber dikutip laman The Street, Rabu (6/1).

"Kemungkinan besar, dia ada di Hangzhou, tempat Alibaba bermarkas, dan sengaja tidak terlihat, dan tidak berarti dia hilang," ujarnya menambahkan.

Menurut dia, Pemerintah China tidak menangkap Ma. "Dia belum ditangkap, dia belum diambil dan tidak ada harapan bahwa pemerintah akan memindahkannya dengan cara tertentu," kata Faber.

Saham Alibaba yang terdaftar di Amerika Serikat (AS) naik 5,5 persen selama sesi Selasa (5/1) menjadi ditutup masing-masing pada 240,40 dolar AS menyusul komentar Faber, yang ia kaitkan dengan sumber  dekat dengan Ma. Pemerintahan China telah melayangkan penyelidikan ke perusahan Jack Ma.

Pemerintah juga menuntut pertemuan dengan pejabat dari afiliasi Alibaba, yakni Ant Group Co. di tengah dorongan yang lebih luas untuk mengatasi praktik anti persaingan dalam perdagangan internet.

Investigasi tersebut menyusul penangguhan IPO senilai 37 miliar dolar AS dari Grup Ant dan pemanggilan miliarder Ma oleh pejabat pemerintah, serta Bank Rakyat Cina, untuk memberikan pandangan mengenai kesehatan dan stabilitas sektor keuangan.

Ma belum pernah terlihat atau memberikan komentar publik sejak November. Komentar Ma yang mengkritik sistem ekonomi China dan memandang sistem telah membuat kreativitas dan inovasi kurang berkembang memancing kemarahan Presiden Xi Jinping. Sejak itu, pejabat pemerintah telah meluncurkan penyelidikan anti-trust di Alibaba, raksasa internet yang ia dirikan bersama pada 1999, dan membatalkan rencana IPO anak perusahaan perbankan online-nya, Ant Group.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
politik
DPR Minta Audit Menyeluruh Seluruh Bandara Khusus Usai Polemik IMIP
Jumat, 28 November 2025 | 23:01:00 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
2
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB