|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE*
JAKARTA -- Sejak lama, virus sudah ada dalam kehidupan manusia, menimbulkan berbagai fenomena dan dampak yang terus berubah dengan menjadi penyebab penyakit pada manusia. Tak sedikit dari penyakit itu yang memiliki gejala serupa, misalnya seperti demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan virus dengue, dengan Covid-19 dari virus SARS-CoV-2.
Dokter spesialis penyakit dalam Vivi Lesmana dari Mayapada Hospital Kuningan mengakui, ada persamaan gejala pada DBD dan Covid-19. Sebagai pembeda, DBD memiliki ciri berupa hemokonsentrasi akibat kebocoran pembuluh darah, penderitanya akan merasakan sakit pada kepala bagian depan atau di belakang bola mata.
"Ciri khas Covid-19 yakni adanya hilang indera penciuman, perasa, dan gejala pernafasan yang menonjol," kata dr. Vivi.
Rapimnas SMSI Sepakat Ciptakan Pemilu Damai dan Hargai Perbedaan
Nyeri Tubuh, Bisa Sinyal Gejala Kolesterol Tinggi
Meski secara umum penderita DBD dan Covid-19 berpotensi besar mengalami demam, namun pada DBD biasanya diiringi sakit kepala yang nyeri. Atau bisa juga terjadi mimisan atau pendarahan pada gusi.
Sementara pada Covid-19, gejala yang timbul selain demam serta kehilangan indera perasa dan penciuman adalah gangguan pernapasan seperti batuk, nyeri tenggorokan, atau terasa berat ketika bernapas.