|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Novi
PEKANBARU - Menyambut pecinta motocross Pekanbaru yang mulai menyukai Honda CRF150L, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau, menggelar Supermoto Street Modification. Kegiatan mengundang puluhan bikers dari sejumlah komunitas sepeda motor Honda CRF Riau di sebuah cafe Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, belum lama ini.
PIC Community Capella Honda Riau, Aldi Hadi mengatakan, tak kurang 50 bikers dari komunitas Honda CRF Club Riau (HCCR) dan komunitas Trail Supermoto community Riau (TSCR) ikut meramaikan event model sepeda motor trail atau adventure.
"Kegiatan ajang silaturahmi sesama pengguna sepeda motor Honda CRF150L. Mengingat beberapa komunitas sudah terbentuk di Pekanbaru," kata Aldi.
DPRD dan Pemkab Pelalawan Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hari Jadi ke-26, Teguhkan Semangat “Bersinergi Menuju Pelalawan Menawan”
Kemenko Kumham Imipas RI Gelar Sinkronisasi dan Koordinasi Tugas dan Fungsi di Riau
Disebutkannya, pada kesempatan kumpul bersama ini pihaknya memberi kesempatan kepada para peserta untuk mencoba Honda CRF150L, baik type standar maupun yang sudah dimodifikasi dengan konsep supermoto. Sehingga para pengguna dapat mengetahui dan aktif dalam rangkaian kegiatan Honda serta membawa komunitas untuk tetap eksis.
Sebagai pelopor keselamatan berkendara dengan tagline #Cari_Aman pada saat tersebut Capella Honda Riau juga memberikan sejumlah tips touring bagi para bikers komunitas Honda CRF150L.
Instruktur Safety Riding Capella Honda Riau, Arif Rahman Hakim menyampaikan beberapa poin etika ketika berkendaraan di jalan raya. Di antaranya tidak boleh menyalip saat konvoi, etika saat melewati persimpangan serta standar kelengkapan berkendara saat touring.
Gelar Rumah Rakyat Perdana, Bupati Afni Dengar Langsung Curhat Warga
PWI Pusat Gelar Orientasi Jelang Pengukuhan Pengurus 2025–2030
"Untuk kelengkapan berkendara saat touring wajib menggunakan kaca spion, tidak boleh memakai knalpot racing dan juga kode instruksi ketika berkonvoi," sebutnya.
Ditambahkannya, untuk kode instruksi menggunakan kaki, pengendara di imbau untuk tidak mengangkat kaki terlalu tinggi, karena menimbulkan kesan arogan saat berkendara dan juga membahayakan.*