|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE/CNN
JAKARTA -- Kelelahan atau fatigue menjadi gejala yang paling sering ditemukan pada penyintas Covid-19. Bahkan, keluhan ini masih dirasakan setelah 100 hari terpapar virus corona.
Pada pasien yang sempat mengalami kondisi gangguan paru berat saat terkena Covid-19, seperti acute respiratory distress syndrome (ARDS), dua pertiga dari mereka merasakan keluhan kelelahan yang signifikan setelah setahun terkena Covid-19.
Keluhan yang dirasakan sangat mirip dengan kelelahan kronis, menjadikan tubuh tidak berdaya, nyeri, mengalami disabillitas neurokognitif, gangguan tidur, gejala disfungsi otonom, serta perburukan kondisi fisik dan kognitif.
Atasi Kemacetan, Dinas Perhubungan Tutup Dua U-Turun di Jalan Nangka
Gratis, Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar Mulai Jumat 5-16 April 2024, Waktu Dibatasi
"Kondisi hipertensi, obesitas, serta gangguan kesehatan mental menjadi beberapa faktor risiko seseorang mengalami post-Covid syndrome," ujar Hikmat Pramukti, dokter spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah, seperti dikutip Antara.
Hikmat mengatakan penyebab pasti terjadinya post-Covid syndrome sampai saat ini masih terus diobservasi. Ada yang menyebutkan bahwa gejala ini terjadi akibat kerusakan organ-organ yang disebabkan oleh virus dan sisa peradangan meski virus sudah tidak ada.