|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE/RIN
Lalu pihak sekolah menginformasikan hasil swab antigen reaktif tersebut ke orangtua siswa. Kemudian 25 peserta didik langsung dibawa pulang orangtua masing-masing.
Sedangkan sisanya orangtua ingin agar anaknya menjalani isolasi di sekolah saja. Kepercayaan orangtua tentu karena selama ini anaknya terjaga dengan baik. Sebagian murid -murid adalah anak-anak dokter spesialis.
"Pihak terkait awalnya mau membawa siswa dan guru yang terpapar ke Asrama Haji Pekanbaru. Namun orangtua tetap ingin anaknya menjalani isolasi mandiri di sekolah, karena di guest house dan sekolah ada fasilitas ac, baju dilaundry, ada ahli gizi serta diawasi team klinik sekolah, dan suasana sekolah lebih nyaman," ulasnya.