|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : wel/bir
JAKARTA-- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku berencana membatasi atau melarang terbatas (lartas) ekspor CPO, minyak jelantah, dan barang olein.
Larangan terbatas ekspor tersebut dilakukan guna memastikan kebutuhan pasar domestik tercukupi di tengah lonjakan harga minyak goreng.
"Bukan melarang ya, me-lartas-kan daripada minyak jelantah, barang olein, dan CPO. Jadi memastikan domestic market ini cukup," ujarnya pada Outlook Perdagangan 2022, Selasa (18/1-2021).
Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Drastis Tembus Rp37 Ribu per Kg
Pedagang Pusing Penjualan Mobil Bekas 2025 Anjlok, Lebih Buruk dari Masa Pandemi
Menurut Lutfi, pembatasan ekspor produk minyak sawit diambil untuk memastikan tidak ada kebocoran subsidi minyak goreng Rp14 ribu ke luar negeri.
"Untuk memastikan bahwa tidak ada leakage (kebocoran) dari subsidi yang dikerjakan oleh pemerintah untuk memastikan tidak ada kecurangan," imbuh dia.