|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL
UAS dan rombongan, istri dan bayinya juga dijadwalkan akan berkunjung ke Merlion, Singapore River, Universal Studio Singapura (USS) dan Garden by the bay. Kemudian, sesuai jadwal itu sekitar pukul 16.30 UAS dan rombongan kembali diantar ke Pelabuhan Tanah Merah untuk pulang ke tanah air melalui Batam.
Hanya saja, rencana liburan UAS itu buyar. Baru sampai di pelabuhan Tanah Merah Singapura pukul pada pukul 13.30 pada Senin (16/5) kemarin itu, dirinya ditahan. Awalnya semua rombongan, termasuk teman UAS dan keluarganya, beserta istri UAS dan bayi mereka sudah masuk kepelabuhan setelah pengecekan keimigrasian. Namun tiba-tiba UAS ditarikke pinggir tempat orang lalu lalang.
Waktu itu, UAS ingin memberikan tas berisi peralatan bayi kepada istrinya yang hanya berjarak sekitar 5 meter, namun petugas yang menahannya tidak mengizinkan. Lalu istri UAS dan rombongan yang sudah hampir ke luar pelabuhan ditarik masuk lagi ke dalam imigrasi.
Penertiban di Bandara IWIP Berbuah Hasil, Warga China Ditangkap saat Bawa Mineral Ilegal
Gubernur Riau Abdul Wahid Tiba di KPK, Langsung Jalani Pemeriksaan Usai OTT di Pekanbaru
''Saya dimasukkan ke ruangan dengan panjang semeter, lebar 2 meteryang beratap jeruji. Saya dikurung disana terpisah dari rombongan sekitar satu jam. Lalu kami semua dideportasi tanpa ada penjelasan sedikitpun. Duta Besar Singapura harus menjelaskan ini,'' ungkap UAS memberikan penjelasan terhadap kejadian yang menimpanya, Selasa
(17/5/2022).
Setelah keluar dari ruangan yang menurut UAS lebih mirip liang lahat tersebut, dirinya baru bisa bergabung dengan rombongan. Mereka baru dipulangkan setelah menunggu tiga jam yang juga tanpa penjelasan apa-apa dari petugas imigrasi. UAS dan rombongan keluar wilayah Singapura pada pukul 17.30 dengan Ferry terakhir menuju Batam.