|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : A Rafles
PELALAWAN-- Anggota DPRD Pelalawan Komisi II H. Abdullah berusaha menyampaikan persoalan PT TUM sampai ke tingkat pemerintah pusat.
Ia menemui anggota DPR RI komisi II (dua) Fraksi PKS Bidang Pertanahan/Agraria Drs. Khairul Anwar, Kamis (11/08/2022}) di Kerinci Kanan (Siak).
"Melihat permasalahan yang terjadi saya selaku wakil rakyat harus membantu mencari solusi lewat DPR RI,supaya ada titik terang dari permasalahan yang di hadapi masyarakat Pulau Mendul,"ujar Abdullah.
Operasi Lilin Lancang Kuning 2025, Satlantas Polres Pelalawan Laksanakan Ramp Check Kendaraan
Kecelakaan Maut Grand Max dan Hino di KM 53 Pelalawan, Dua Tewas
Selanjutnya, Abdullah menerangkan pertemuannya dengan Drs. Khairul Anwar yaitu mendiskusikan persoalan dan perkembangan HGU PT TUM serta kondisi ekologi Kuala Kampar.
"Saya jelaskan kepada Pak Khairul bahwa IUP-B PT TUM oleh pemerintah Kabupaten Pelalawan sudah dicabut izinnya. Selanjutnya saya sampaikan bahwa Pulau Mendul yang terletak di Kecamatan Kuala Kampar termasuk lahan gambut yang mudah terbakar," jelasnya.
Dari hasil pertemuan Abdullah dengan perwakilan DPR RI Komisi II Drs. Khairul Anwar merupakan hal positif bagi warga Kuala Kampar.
Edi Basri Tegaskan Netralitas Pj Gubernur dalam Musprov KONI Riau
Operasional Bandara Khusus Dipertanyakan, DPR Minta Dugaan Peran Oknum Pejabat Diusut
Dia menjelaskan hasil diskusi tentang permasalahan PT TUM ini akan segera dikoordinasikan dengan pimpinan komisi II DPR RI serta Kementrian Agraria/ATR-BPN.
"Saya memfollow up ini karena memang tugas saya sebagai wakil rakyat. Apa yang saya lakukan ini merupakan salah satu permintaan masyarakat Kuala Kampar ketika bertemu dengan Ketua DPRD Pelalawan dan beberapa anggota DPRD pada minggu lalu, " tutup Abdullah.