|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL
PEKANBARU - Pelaksanaan imunisasi polio bagi anak usia 0-59 bulan dan 4-59 bulan di 12 kabupaten/kota di Riau, sudah serentak dilaksanakan mulai Senin (6/3/2023) lalu, akan diperpanjang hingga lima hari kedepan. Disebabkan, hingga saat ini, belum mencapai target yang diinginkan.
Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal Arifin mengatakan, pelaksanaan imunisasi polio di provinsi Riau serentak dimulai 6 hingga 13 Maret. Namun, jumlah anak-anak yang menerima imunisasi belum mencapai target.
"Untuk anak-anak yang mendapatkan imunisasi polio masih dibawah target yang ditetapkan," katanya.
Kawal Pelaksanaan MTQ, Bupati Afni Akan Tambah Anggaran LPTQ
Puskesmas di Pekanbaru Gratiskan Imunisasi Campak
Karena itu, demikian Zainal, pelaksanaan imunisasi polio akan dilanjutkan selama lima hari kedepan dengan sistem sweeping, atau petugas akan mendatangi satu persatu rumah warga yang memiliki anak yang sudah harus mendapatkan imunisasi polio.
"Imunisasi polio akan dilanjutkan selama lima hari kedepan dengan sistem sweeping. Karena itu kami minta masyarakat untuk ikut mensukseskan program ini," ajaknya.
Dipaparkan Zainal, target anak-anak yang akan mendapatkan imunisasi polio di Riau sebanyak 1.245.338 anak.
Bupati Pelalawan Tinjau Pelaksanaan SE Gerakan Ayah Mengantar Anak Di Hari Pertama Sekolah
Bawaslu Kampar Ingatkan Pengawas TPS Harus Awasi Tahapan Pelaksanaan Pemungutan Suara
Target imunisasi polio di Provinsi Riau tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Yakni pertama kelompok usia 0-59 bulan sebanyak 640.001 anak dan usia 4-59 bulan sebanyak 605.337 anak.
"Imunisasi polio ini penting dilakukan karena sudah ditetapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) polio Vaccine- Derived Polio Virus tipe 2 (VDPV2) di Kabupaten Pidie, Aceh Utara dan Bircun Provinsi Aceh. Provinsi Sumatera Barat dan Riau yang berdekatan dengan Provinsi Aceh dikategorikan sebagai provinsi yang berisiko tinggi terhadap penularan virus polio," ujarnya.