|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Vivi
KUANSING - Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, drh Faralinda Sari, mengatakan,pihak dari provinsi bergerak cepat setelah kasus sapi ngorok di Kuansing.
Fara mengatakan, bahwa dari provinsi telah turun ke lokasi membawa vaksin sebanyak 2.000 dosis dan obat - obatan untuk ternak yang sakit.
Fara menjelaskan, bahwa awal mula kejadian SE di Kabupaten Kuantan Singingi dengan adanya laporan pada tanggal 2 Februari 2023, dimana sejumlah 3 ekor di Desa Tanjung Pauh dan tanggal 9 Februari 2023 sejumlah 5 ekor di Desa Sungai Paku dengan gejala klinis ngorok, nasal discharge, cairan berbuih dari mulut dan kematian mendadak.
Sepanjang 1,3 Km Jalan Tualang-Sungai Mandau Siak Akan Dibangun dari APBN
Puluhan Truk dari Siak Bertolak untuk Korban Bencana Sumatera
"Setelah kejadian di Desa Tanjung Pauh dan Sungai Paku dilakukan vaksinasi massal pada Bulan Februari sampai April 2023 di luar daerah tersebut untuk mengantisipasi penyebaran kasus. Adapun vaksin SE yang ditambahkan dari provinsi sebanyak 800 dosis ditambah 500 dosis dari vaksin yang tersisa di kabupaten. Sehingga total Vaksin SE yang tersedia untuk Kabupaten Kuansing sejumlah 1.300 dosis saat itu," kata Fara kepada wartawn, Rabu (10/5).
Kasus selanjutnya, kata Fara, terjadi pada periode 15 Maret 2023 ditemukan di daerah Koto Rajo, Singingi Seberang dengan rincian 4 ekor mati bangkai dan 9 potong paksa. "Selanjutnya kasus semakin bertambah," cakapnya.