|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Wilda Fizriyani
Menurut dia, gejala klinis pada hewan yang terserang antraks yaitu berupa kejang kejang dan tiba-tiba jatuh. Selain itu, juga ditemukan keluarnya darah dari mulut, hidung, anus dan vagina pada ternak betina.
Jika menemukan kejadian ini, para peternak dapat segera membuat laporan ke dinas peternakan atau mantri hewan. Para peternak juga dilarang keras untuk menyembelih hewan yang diduga terkena antraks. Hal ini karena darah yang keluar pada waktu penyembelihan berisi bakteri antraks.
"Selain itu, di daerah endemik antraks seharusnya dilakukan vaksinasi secara reguler,” ucap Lili seprti dikutip republika.
Ditemukan Dua Kasus Ternak Terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki di Kampar
Investigasi Dinas Peternakan dan PKH Riau, Kematian Kerbau Bukan Penyakit Ngorok
Dosen asli Subang, Jawa Barat juga memberikan beberapa tips untuk masyarakat yang ingin mengonsumsi daging agar tetap aman. Satu di antaranya yaitu memastikan membeli daging yang ternaknya disembelih di rumah potong hewan (RPH). Daging juga harus dimasak dengan suhu tinggi agar spora yang ada di daging mati.
Menurut dia, daging sebaiknya dimasak menggunakan presto atau autoclave dengan suhu 121 derajat celcius selama 15 menit. Kemudian, direbus kembali dengan suhu 100 derajat celcius selama satu sampai dua jam.