|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
MINAS - Seekor anak gajah betina berusia sekitar tiga tahun yang diberi nama Rizki telah meninggal di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, diduga akibat infeksi virus penyakit "elephant endotheliotropic herpesvirus" (EEHV).
Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Riau, Genman S Hasibuan, menyatakan bahwa gajah ini meninggal pada Sabtu, 12 Agustus, sekitar pukul 07.00 WIB. Gajah Rizki lahir pada 18 September 2020 di PLG Minas dari induk gajah binaan bernama Nia.
Setelah kematian gajah Rizki, tim medis segera melakukan nekropsi dan analisis patologi untuk mengetahui penyebab kematian. Hasilnya, dugaan penyebab kematian adalah infeksi virus penyakit EEHV. EEHV adalah virus herpesvirus yang dapat menyebabkan penyakit pada gajah dan telah menjadi perhatian dalam upaya konservasi populasi gajah di berbagai tempat.
Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Kembali Tewaskan Jurnalis dan Anak-anak di Gaza
Jejak Pengabdian Hawk 109/209 di Riau Berlanjut ke Pontianak
Sebelum kematian, gajah Rizki dilaporkan menjalani aktivitas seperti biasa pada Jumat, 11 Agustus, termasuk dimandikan, diberi minum, dan makan. Namun, pada sore harinya, gajah ini ditemukan dalam kondisi wajah membengkak oleh pawang gajah (mahout), yang kemudian mengambil langkah-langkah medis.
Selama masa observasi, tidak ada perubahan yang signifikan selain pembengkakan wajah. Namun, pada 12 Agustus sekitar pukul 07.00 WIB, gajah ini meninggal. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa gajah tersebut meninggal karena terpapar EEHV, yang ditandai dengan berbagai gejala seperti lidah kebiruan, pembengkakan wajah dan mata, serta adanya perdarahan di berbagai bagian tubuh.