|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan tentang kemungkinan gelombang tinggi di sejumlah daerah perairan di Indonesia. Informasi yang disampaikan oleh Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, berikut ini memberikan gambaran mengenai daerah-daerah yang berpotensi terkena gelombang tinggi dan faktor-faktor yang memengaruhi:
Gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa wilayah, seperti Selat Malaka bagian utara, perairan timur Pulau Simeulue-Kepulauan Nias-Kepulauan Mentawai, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, perairan Pulau Sawu-Kupang-Pulau Rotte, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, dan Laut Natuna Utara.
Wilayah lainnya yang juga berpotensi mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian serupa termasuk perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, perairan timur Kepulauan Bintan-Kepulauan Lingga, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kepulauan Sabalana-Kepulauan Selayar, perairan Wakatobi-Baubau, Laut Flores, perairan Manui-Kendari, dan perairan selatan Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula.
Kapal Induk AS Dikerahkan ke Timur Tengah, Iran Peringatkan Respons Keras
Iran Siap Menghancurkan! AS Diperingatkan: Serang, Kami Balas Tanpa Ampun
Gelombang dengan tinggi antara 2,5 hingga 4 meter berpeluang muncul di beberapa wilayah yang meliputi perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue-Kepulauan Nias-Kepulauan Mentawai, perairan barat Bengkulu-Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, perairan selatan Bali-Sumbawa, dan Samudra Hindia selatan Banten-Nusa Tenggara Barat.
Eko Prasetyo juga mengingatkan masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak oleh gelombang tinggi untuk tetap waspada dan berhati-hati. Penyebab utama dari peningkatan gelombang adalah pola angin di wilayah Indonesia. Angin dominan di bagian utara bergerak dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 5-25 knot, sementara di bagian selatan bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.