|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Fergi Nadira
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan tanggapan terhadap isu mengenai Sandiaga Uno, Ketua Bappilu dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang tidak dipilih sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).
Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, mengindikasikan bahwa PPP diperbolehkan untuk menarik diri dari kerja sama politik jika partai tersebut tetap mempertahankan Sandiaga Uno sebagai calon pendamping Ganjar Pranowo. Ia menyatakan, "PDIP mengedepankan prinsip kesukarelaan dan tidak boleh ada paksaan dalam kemitraan politik." Ia juga menambahkan, "PDIP percaya bahwa kerja sama politik seharusnya didasarkan pada kesukarelaan, tanpa ada bentuk paksaan, ancaman, atau elemen lainnya."
Ahmad Basarah menjelaskan bahwa jika kerja sama politik tidak didasarkan pada kesukarelaan, maka menjadi lebih sulit untuk melangkah maju. Semua calon wakil presiden yang diusulkan akan dikoordinasikan oleh partai-partai pendukung Ganjar.
Bolivia Putuskan Hubungan dengan Israel, Dubes Cile dan Kolombia Tinggalkan Tel Aviv
14.000 Orang Mulai Tinggalkan Jakarta
Ahmad Basarah menegaskan bahwa pemilihan calon wakil presiden yang mungkin akan mendampingi Ganjar dalam pemilihan presiden 2024 akan dibahas secara kolaboratif. Ini akan memperhatikan dinamika politik saat ini.
Menurut Basarah, calon wakil presiden yang sedang dipertimbangkan oleh PDIP meliputi Sandiaga Uno, Mahfud MD (Menko Polhukam), Yenny Wahid (putri Presiden Gus Dur), mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa, Menteri BUMN Erick Thohir, dan lain-lain.