|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Nawir Arsyad Akbar/Republika
JAKARTA - Gelombang kejutan menerpa dunia politik saat Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, mengakui bahwa ia baru saja mengetahui tentang perubahan nama Koalisi Indonesia Maju. Pengungkapan ini terjadi dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka perayaan HUT ke-25 Partai Amanat Nasional (PAN). Perubahan ini diketahui setelah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengumumkannya dalam acara tersebut.
Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menyatakan, "Saya akan menginformasikan perkembangan ini kepada partai. Apakah ini berarti Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) akan dibubarkan? Saya belum mendapatkan informasi tersebut. Langkah pertama saya adalah melaporkannya kepada partai," ungkapnya setelah acara tersebut di Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin malam (28/8/2023).
Cak Imin juga mengungkapkan bahwa selama ini belum ada pembahasan mengenai pergantian nama menjadi Koalisi Indonesia Maju. Namun, sebagai Wakil Ketua DPR, ia menyatakan bahwa keputusan mengenai nama ini bukanlah dalam wewenangnya untuk menyetujuinya atau tidak.
Bjorka Intelligence Brief: Jejak Sang Hacker yang Tak Pernah Usai
Dukung Kelestarian Lingkungan, Imigrasi Pekanbaru Lakukan Penanaman Pohon Kelapa
Meskipun demikian, ia menilai bahwa perubahan nama ini mengindikasikan bahwa koalisi yang didukung oleh Prabowo akan meneruskan program-program yang telah dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama "Kabinet Indonesia Maju" mengacu pada masa pemerintahan antara 2019-2024.
Penting untuk diingat bahwa dalam koalisi ini, Partai Gerindra dan PKB telah menjadi bagian dari pemerintahan saat ini. Bergabungnya PAN dan Partai Golkar dalam koalisi ini diumumkan oleh Prabowo pada tanggal 13 Agustus 2023. "Partai-partai yang ikut dalam koalisi ini sebelumnya telah menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju," ucap Cak Imin.