|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA -- Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.328 per dolar AS pada Kamis (7/9) sore. Mata uang Garuda melemah 33 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya.
Senada, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah melemah ke posisi Rp15.334 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga terpantau berada di zona merah. Dolar Singapura melemah 0,08 persen, rupee India minus 0,04 persen, dan won Korea Selatan minus 0,33 persen.
Lalu, ringgit Malaysia dan yuan China masing-masing melemah 0,04 persen dan 0,11 persen. Di sisi lain, peso Filipina menguat 0,29 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,05 persen.
Nilai Tukar Rupiah Melemah Rp16.771 per Dolar AS
Jaket Desain Khusus Bupati Siak Terjual Rp8 Juta, Donasi Korban Bencana Sumatera Tembus Miliaran Rupiah
Sementara, mata uang negara maju kompak ambruk. Poundsterling Inggris melemah 0,27 persen, franc Swiss minus 0,04 persen, dolar Kanada minus 0,03 persen, dan Euro Eropa minus 0,1 persen.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah tertekan oleh penguatan dolar AS setelah data Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor jasa positif pada Agustus lalu.
"Data tersebut memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap stabil dalam jangka pendek, sehingga memunculkan prospek hawkish yang berkelanjutan dari The Fed (bank sentral AS)," kata Ibrahim dikutip dari riset hariannya.
Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah masih tertekan esok hari. Ia pun memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.310 sampai Rp15.380 per dolar AS besok.
Sumber: CNNindonesia
(mrh/agt)