|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE/DL
PEKANBARU – PT Pertamina Hulu Rokan terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing bagi masyarakat. Bersama mitra pelaksana Politeknik Caltex Riau (PCR), PHR kembali meluncurkan Program Penguatan Ekosistem Vokasi di Provinsi Riau.
Program vokasi merupakan bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR dalam mengembangkan kompetensi masyarakat. Para peserta dibekali keterampilan dalam bentuk pelatihan dan sertifikasi agar dapat bersaing di dunia kerja hingga mampu berwirausaha.
Manajer External Communication and Stakeholders Relation (ECSR) South PHR WK Rokan Wan Dedi Yudishtira mengatakan, kegiatan ini sekligus sebagai bentuk dukungan program Menara Vokasi yang digagas Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Dikjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta implementasi Pergub Riau no. 6 tahun 2022 tentang penguatan aspek vokasi oleh industri dan dunia usaha.
“Tentunya kami berharap, program ini dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM di Riau serta selaras dengan program link and match untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.
PHR bersama PCR melaksanakan penguatan vokasi dalam bentuk kegiatan pembinaan, pelatihan dan sertifikasi bagi SMK dan masyarakat di wilayah operasi PHR WK Rokan dengan total penerima manfaat sebanyak 627 orang yang meliputi santri pesantren, masyarakat dan umkm.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan yakni pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna di lingkungan pesantren dan masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Ibnu Al Mubarok, di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Kegiatan ini menyasar 264 santri serta 120 masyarakat dan satu kelompok umkm.
Kemudian program pengembagan keterampilan bagi 220 masyarakat kurang mampu di Kabupaten Rokan Hilir, sedangkan di Kabupaten Bengkalis menyasar sebanyak 23 orang.
Lewat program ini, PCR bahkan berhasil memperoleh Matching Fund Vokasi 2023 dari Direktorat Jenderal Vokasi, Kemendikbudristek melalui platform Kedaireka dengan program Penguatan Ekosistem Entrepreneurship berbasis Teknologi di Pesantren dan masyarakat sekitar.*