|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
CIANJUR - Industri hulu migas memegang teguh lima pilar PPM, yakni Program Sosial Ekonomi, Pendidikan, Infrastruktur, Kesehatan, dan Lingkungan. Salah satu fokus utama mereka adalah pelaksanaan Program Lingkungan, dengan dukungan penuh terhadap program Low Carbon Initiative.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison, pembicara utama dalam Workshop Wartawan Lingkungan PWI Riau menjelaskan, konsep Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 yang dipegang oleh SKK Migas memiliki enam rencana strategis, di mana salah satu pilar utamanya adalah Low Carbon Initiative. IOG 4.0 mendorong Program Decommisioning dan Penurunan Emisi Karbon. Untuk mewujudkan tujuan ini, SKK Migas mendorong kegiatan penghijauan di sekitar wilayah operasional mereka.
Selaras dengan visi ini, SKK Migas telah menginisiasi program penanaman pohon. Pada tahun 2023, SKK Migas Perwakilan Sumbagut memiliki target menanam 71.681 pohon melalui program PPM. Hingga September, sekitar 55.433 pohon, atau sekitar 77,3 persen dari target, telah berhasil ditanam.
SKK Migas Sumbagut Terima Kunjungan PWI Riau, Perkuat Sinergi Sektor Migas dan Pers
SKK Migas Sumbagut dan PT BSP Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Sumbar
Tidak hanya itu, SKK Migas Perwakilan Sumbagut juga berkomitmen pada program Rehabilitasi DAS di tahun 2023 dengan target 174.900 pohon. Hingga bulan September, sekitar 138.100 pohon atau sekitar 79 persen dari target telah tercapai.
SKK Migas juga memperkenalkan program terbaru mereka yang dikenal dengan sebutan 1-2 Trees. Program ini mendorong setiap pekerja untuk turut serta dalam penanaman 2 pohon.