|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Rilis
"Hal ini masih sangat jarang diketahui oleh masyarakat luas dan masih sangat sedikit penelliti yang melakukan penelitian terkait hal ini. Jadi beruntung sekali ibu-ibu saat ini hadir dan mendapatkan ilmu yang terhitung langka ini," kata Yesi.
Yesi menuturkan, aplikasi Diabetic Environment Model berbasis android terdiri dari beberapa fitur. Fitur pertama berisikan kegiatan harian: Diet DM, diari dan audio (ayat suci Alquran, zikir dan sholawat). Fitur kedua berisikan about Diabetic Environment Model (DEM): suhu, cahaya, kebisingan, stres, jarak rumah dan kebersihan.
Fitur ketiga berisikan edukasi: olahraga penderita DM, manajemen stres dan tes monofilamen. Fitur keempat berisikan pre test dan post test. Fitur kelima berisikan alarm: pengingat waktu shalat, membaca Alquran, rekreasi, berkumpul/silaturrahmi dan mengikuti pengajian.
"Aplikasi dengan tampilan sederhana dan mudah diakses ini juga mempermudah pemakainya untuk mengukur sendiri berbagai aspek lingkungan yang berpengaruh terhadap kadar gula darah, seperti suhu, cahaya, kebisingan dan lain-lain, dengan menghubungkannya dengan aplikasi pengukur yang direkomendasikan serta memberikan standar normalnya, sehingga mempermudah pengguna dalam mengetahui kondisi lingkungan serta dapat memanajemen faktor tersebut secara mandiri," ujar Yesi.
Sambung Yesi, beberapa organ dalam tubuh manusia memiliki standar normal untuk menerima pengaruh dari lingkungan, salah satunya adalah cahaya. Cahaya yang panas akan mempengaruhi pembuluh darah. Baik pembuluh darah maupun hormon-hormon yang menghasilkan insulin, jika terkena cahaya panas akan memperlambat kerjanya.
“Suhu terlalu tinggi (suhu panas), cahaya yang terlalu terang, dan tingkat kebisingan yang tinggi itu dapat meningkatkan gula darah,” ucap Yesi.