|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Warga komplek perumahan Palam Regensi di Kelurahan Purwodadi, Pekanbaru, akhirnya memasang kawat berduri di atas tembok pagar komplek perumahan, setelah terlibat perselisihan dengan pekerja yang sedang memasang kabel jaringan internet milik salah satu penyedia layanan beberapa hari lalu. Tindakan ini diambil warga untuk mengantisipasi masuknya pekerja tanpa izin ke dalam kompleks perumahan.
Ketua RT 04/RW 07, Matrahadi, menjelaskan bahwa pemasangan kawat berduri ini bertujuan untuk menghindari insiden serupa di masa depan, di mana para pekerja pemasangan kabel internet dapat melompati pagar dan masuk ke dalam kompleks perumahan tanpa izin.
"Kami memasang kawat berduri sebagai langkah pencegahan untuk memastikan bahwa tidak akan ada lagi yang mencoba masuk ke kawasan perumahan tanpa izin dari warga, terutama dengan cara melompati pagar setinggi lebih dari dua meter," ujar Matrahadi.
WNI Masuk Militer Asing, Yusril Tegaskan Status Kewarganegaraan Tak Langsung Gugur
Trump Siap Perang, Serukan Evakuasi Warga Amerika dari Iran
Matrahadi menambahkan bahwa, pemasangan kawat berduri ini sudah direncanakan sejak lama. Ini tidak hanya untuk mencegah masuknya pekerja jaringan tanpa izin, tetapi juga untuk mencegah pelaku pencurian, seperti yang pernah terjadi beberapa waktu sebelumnya. "Beberapa waktu lalu, komplek perumahan ini menjadi sasaran pelaku pencurian. Mereka masuk dengan cara memanjat tembok pagar tersebut," tambahnya.
Sekedar mengingatkan, beberapa hari sebelumnya, warga perumahan ini sempat terlibat keributan dengan para pekerja yang memasang kabel jaringan internet milik salah satu penyedia layanan. Hal ini dikarenakan para pekerja ini masuk ke komplek perumahan tanpa izin dan dengan cara melompati pagar setinggi lebih dari 2 meter yang membatasi perumahan Palam Regensi dengan perumahan lainnya.
"Padahal, tidak pernah ada izin yang diberikan. Itu adalah tindakan yang tidak sopan," katanya (20/09/2023).
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Mengejutkan Warga, Pipa Gas Tanam PT TGI Meledak di Dusun Nibul Desa Batu Ampar
Menurut Matrahadi, jaringan kabel internet yang dipasang oleh para pekerja ini bukan untuk kebutuhan warga perumahan Palam, melainkan untuk perumahan lainnya. "Selain tidak meminta izin, ternyata mereka menggunakan komplek perumahan ini sebagai jalur untuk kabel menuju perumahan lainnya. Sementara itu, di perumahan kita, kabel WiFi ini sudah berserakan. Ada sekitar delapan kabel WiFi yang sudah masuk ke perumahan ini," kata Matrahadi.
Matrahadi meminta kepada perusahaan penyedia layanan jaringan internet untuk tidak sembarangan memasuki kawasan perumahan masyarakat. Hal ini disebabkan karena komplek perumahan merupakan area pribadi.
"Sudah menjadi kewajiban bagi mereka untuk meminta izin kepada warga, kecuali jika berada di luar kawasan perumahan. Jika tidak ada izin, warga memiliki hak untuk menolaknya," katanya. *