|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Namun, penutupan TikTok Shop juga mengancam pekerjaan banyak anak muda yang menjadi host siaran langsung dan afiliator di platform ini. Mereka menghadapi ketidakpastian terkait masa depan mereka dan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) mendadak.
Hingga saat ini, pihak TikTok Indonesia belum memberikan informasi resmi mengenai rencana bisnis e-commerce mereka ke depannya.
Sebagai tanggapan terhadap penutupan TikTok Shop, Nailul Huda, seorang peneliti ekonomi digital dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengungkapkan bahwa penjualan pedagang konvensional, termasuk di Pasar Tanah Abang, tidak kemungkinan akan segera pulih. Sebagian besar pembeli diperkirakan akan beralih ke platform e-commerce lain. Dia juga mencatat bahwa penurunan penjualan di Tanah Abang bukan hanya disebabkan oleh e-commerce, tetapi juga oleh faktor-faktor lain.
Setelah ‘Dirujak’ Netizen, Endipat Akhirnya Minta Maaf ke Ferry Irwandi
PBNU Umumkan Berakhirnya Masa Jabatan Gus Yahya, Kepemimpinan Dialihkan ke Rais Aam
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki, memberikan asuransi bahwa penutupan TikTok Shop tidak akan terlalu mengganggu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di TikTok. Hal ini karena layanan media sosial TikTok masih aktif dan dapat digunakan untuk promosi, sementara transaksi dapat dialihkan ke platform lain.
Sumber: Antaranews