|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA-- Nilai tukar rupiah bertengger di Rp15.732 per dolar AS pada Rabu (11/10) pagi. Mata uang Garuda menguat 6 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat. Tercatat won Korea Selatan menguat 0,62 persen, peso Filipina menguat 0,25 persen, ringgit Malaysia menguat 0,06 persen, yuan China naik 0,04 persen, yen Jepang menguat 0,02 persen, baht Thailand menguat 0,22 persen, dan dolar Singapura menguat 0,01 persen.
Sedangkan, dolar Hong Kong minus 0,02 persen.
PT SPR Gelar RUPS-LB Jumat Ini, Instruksi Plt Gubernur Mulai Dieksekusi
Rupiah Terdesak, Uang Orang Kaya Kini Mengalir ke Dolar
Sementara, mayoritas mata uang negara maju terpantau bergerak di zona merah. Euro Eropa minus 0,2 persen, dolar Kanada jatuh 0,06 persen, dolar Australia minus 0,05 persen, dan franc Swiss melemah 0,03 persen.
Sedangkan poundsterling Inggris menguat 0,02 persen.
Analis Pasar Lukman Leong mengatakan rupiah menguat karena dolar AS terkoreksi setelah pernyataan penundaan kenaikan suku bunga yang disampaikan pejabat The Fed.
Resmi! Kementerian BUMN Dibubarkan, Diganti Lembaga Baru Langsung di Bawah Presiden
Emado's Kini Hadirkan Makanan Timur Tengah di Pekanbaru
"Namun perang Israel-Hamas yang masih membayangi akan membatasi penguatan," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp15.650 per dolar AS hingga Rp15.750 per dolar AS.
Sumber: CNNindonesia