|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya
JAKARTA - Perwakilan diplomat dari berbagai negara Arab meninggalkan pertemuan tingkat menteri Dewan Keamanan PBB mengenai Palestina saat Duta Besar Israel (Dubes Israel) Gilad Erdan memulai pidatonya. Perwakilan diplomat dari berbagai negara Arab meninggalkan pertemuan tingkat menteri Dewan Keamanan PBB selama sesi rapat yang cukup panas tentang pengiriman bantuan ke Gaza, saat Duta Besar Israel Gilad Erdan memulai pidato pada Rabu 24 Januari 2024.
Aksi walk out para diplomat Arab itu terjadi di tengah meningkatnya kecaman global terhadap Israel dan sekutunya Amerika Serikat, karena jumlah warga Palestina yang dibantai dalam serangan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober telah meningkat menjadi 25.700 orang, dengan tambahan 63.740 orang terluka.
Selain itu, kekhawatiran global telah muncul mengenai penggunaan makanan sebagai senjata perang melawan warga Palestina di Gaza.
Polemik Bandara IMIP: Ketika Pernyataan Pejabat Negara Tak Lagi Sejalan
Latihan Besar TNI di Bandara IMIP Sorot Pengawasan Negara dan Status Bandara Swasta
Kemarahan para diplomat Arab memuncak ketika warga Gaza mengalami pembantaian dan kelaparan, Erdan justru berperan sebagai korban, dengan menyatakan bahwa dengan melakukan gencatan senjata, Hamas akan tetap berkuasa.
Dia menekankan, “Ini bukanlah perang yang dipilih Israel. Tapi kami akan mempertahankan masa depan kami sama seperti Anda masing-masing membela masa depan negara Anda.”