|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE/DL
PEKANBARU-- Tidak berapa lama lagi pesta demokrasi segera akan dilaksanakan. Tepat 14 Februari 2024 mendatang, semua warga Indonesia akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih Presiden dan juga Wakil Rakyat yang akan duduk mulai ditingkat pusat , provinsi dan kabupaten kota.
Agar pelaksanaan Pemilihan Umum berjalan lancar dengan aman, nyaman dan damai, tokoh muda Riau asal Rokan Hilir , Jhonny Charles menyuarakan aspirasi untuk tidak membenarkan pemilih membawa telepon genggam atau juga alat perekam atau alat sejenis lainnya saat memasuki bilik suara.
"Ini demi terjaganya netralitas dan kualitas demokrasi yang baik, sehingga pemilih bisa menggunakan hak-nya dengan bebas tanpa ada intimidasi dari pihak manapun,"tutur Jhonny Charles, Senin (29/1).
Rekapitulasi DPB Triwulan III 2025 di Kampar Berjalan Lancar, KPU Tegaskan Komitmen Pemutakhiran Data Pemilih
BSP Tetapkan Lima Prioritas Kerja untuk Jaga Produksi Minyak
Pria yang akrab disapa JC ini juga menyakini dengan tidak membawa handphone atau juga alat sejenis lainnya, pemilih akan lebih konsentrasi dan fokus pada kertas suara yang ada didepannya.
"Seperti Pemilu sebelumnya, itu kan kertas suara panjang dan mesti diteliti satu-satu orang yang akan dipilih. Kalau mesti melihat dulu contekkan nama melalui handphone , tentu akan tambah lama lagi waktu yang dibutuhkan dalam bilik suara. Belum lagi mungkin ada juga yang mengambil foto siapa yang mereka pilih. Hemat saya akan lebih baik tidak membawa handphone saat dibilik suara,"jelas JC.