|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE*
PEKANBARU– Suasana malam yang semula terang mendadak gelap gulita. Hanya ada secercah penerang alam dari langit yang menyinari area perumahan pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rumbai, Pekanbaru. Ada apa?
Malam itu udara terasa sejuk, suara jangkrik nyaring bersahut-sahutan di balik rimbunnya hutan di Kawasan Komplek Perumahan Pekerja Pertamina Hulu Rokan (Komperta) Rumbai, Sabtu (23/3/2024). Tepat pukul 20.30 WIB, bias-biasa cahaya jadi temaram dari balik jendela-jendela rumah. Ini karena para penghuni rumah yang merupakan para pekerja PHR melakukan gerakan Earth Hour 2024.
“Tidak hanya mematikan lampu (switch off) selama satu jam, kami juga mematikan sejumlah barang elektronik lainnya,” kata Ray, salah satu pekerja.
Bupati Pelalawan Terima Bantuan Bencana Sumatera dari Kwarcab Gerakan Pramuka 0411
Satu Unit Bangunan Rumah Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta
Earth Hour sendiri adalah aksi kampanye untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap isu pemanasan global dan perubahan iklim. Aksi Earth Hour merupakan gerakan global yang diselenggarakan setiap tahunnya pada Sabtu terakhir bulan Maret. Selama satu jam, mulai dari pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat, masyarakat diajak untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak diperlukan. Ini adalah simbol persatuan untuk menunjukkan kepedulian terhadap bumi.
Selain mematikan lampu, manajemen PHR mengajak pekerja juga mematikan seluruh perangkat elektronik yang tidak terpakai. Enam puluh menit tanpa listrik akan sangat berarti bagi bumi untuk istirahat dari polusi cahaya.