|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/RIN
PEKANBARU-- Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus berjalan, termasuk pada Ruas Rengat-Pekanbaru, tepatnya di seksi Lingkar Pekanbaru sepanjang 30,57 km. Proyek yang dimulai sejak Juni 2023 ini ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Menurut Direktur Operasi III PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Aditya Novendra Jaya, hingga September 2024, progres konstruksi sudah mencapai 30 persen.
"Kami terus bekerja keras agar proyek ini selesai tepat waktu dan bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," ujarnya, Sabtu (19/10/2024).
Prabowo Targetkan Sekolah Unggulan di Seluruh Provinsi
Kinerja Operasional 2025, Direktur PT BSP Paparkan Pencapaian 100 Persen Target Well Service hingga Tantangan
Jalan Tol Lingkar Pekanbaru dirancang memiliki tiga Gerbang Tol (GT) dan tiga Interchange (IC), yaitu GT dan IC Rimbo Panjang, Siak, serta Bypass Pekanbaru. GT dan IC Rimbo Panjang akan menjadi akses utama masyarakat Rimbo Panjang ke tol, sementara GT dan IC Siak akan menghubungkan daerah Sri Meranti. GT dan IC Bypass Pekanbaru, di sisi lain, akan melayani kawasan Muara Fajar.
Salah satu elemen penting dari proyek ini adalah Junction Rimbo yang akan menjadi titik penghubung antara Tol Pekanbaru-Bangkinang dan Tol Lingkar Pekanbaru.
"Dengan adanya Junction Rimbo, masyarakat tidak perlu keluar tol untuk berpindah antara Tol Pekanbaru-Bangkinang dan Tol Pekanbaru-Dumai. Ini akan meningkatkan konektivitas antar kota dan menghemat waktu perjalanan," jelas Aditya.
ASN Riau Siap Tampil Perkasa di PORNAS XVII 2025, Target Medali Tinggi!
Lima Calon Sekdaprov Riau Rampungkan Tes, Penentuan Akhir Tunggu Hasil UPT BKD
Tol Lingkar Pekanbaru ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh signifikan. Perjalanan dari exit tol Bangkinang ke gerbang tol Pekanbaru-Dumai yang biasanya memakan waktu satu jam melalui jalur nasional, nantinya bisa ditempuh hanya dalam 25 menit lewat Tol Lingkar Pekanbaru.
Selain jalan utama, proyek ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas Rest Area yang terletak sekitar lima kilometer dari Gerbang Tol Siak. Rest Area ini akan dibangun dengan luas total 12 hektare dan mengadaptasi corak budaya lokal khas Riau.
Rest area tersebut direncanakan akan mulai konstruksi pada 2025 dan akan menyediakan berbagai fasilitas, seperti SPBU, masjid, tenant food court, kios UMKM, hingga klinik medis untuk kenyamanan pengendara.
Indonesia vs China: Laga Penentu di GBK, Target Wajib Menang!
Asian Agri - Apical Optimistis Capai Target Hijau Sebelum 2030
Proyek ini juga mencakup pembangunan tiga jembatan sungai, dengan Jembatan Sungai Siak menjadi salah satu yang paling ikonik.
Sementara Jembatan sepanjang 214 meter ini menggunakan metode konstruksi balanced cantilever, tanpa pilar di tengah sungai untuk menjaga kondisi lingkungan serta mempermudah jalur kapal logistik di bawahnya.
Dengan lebar jalur awal 3,6 meter dan jumlah lajur 2x2 yang nantinya akan ditingkatkan menjadi 2x3, tol ini dirancang untuk kecepatan hingga 100 km/jam.
Dana Haji Tembus Rp 171 Triliun, BPKH Klaim Pengelolaan Melebihi Target
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri Targetkan Peningkatan PAD
"Proyek ini tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga meningkatkan infrastruktur transportasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi regional," tutup Aditya.**